Sulton, Azhar (2025) Hubungan Self Care terhadap Kualitas Hidup Pasien Gagal Jantung di RSUD dr. Slamet kabupaten Garut. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
cover.pdf - Published Version
Download (64kB)
hal pengesahan.pdf - Published Version
Download (171kB)
hal pernyatan.pdf - Published Version
Download (116kB)
kata pengantar.pdf - Published Version
Download (113kB)
daftar isi.pdf - Published Version
Download (226kB)
abstrak.pdf - Published Version
Download (212kB)
bab 1.pdf - Published Version
Download (227kB)
bab 2.pdf - Published Version
Download (529kB)
bab 3.pdf - Published Version
Download (220kB)
bab 4.pdf - Published Version
Download (366kB)
bab 5.pdf - Published Version
Download (143kB)
daftar pustaka.pdf - Published Version
Download (221kB)
lampiran.pdf - Published Version
Download (823kB)
Abstract
Gagal jantung adalah kondisi di mana jantung tidak dapat memompa cukup darah
ke jaringan tubuh untuk memenuhi kebutuhan metabolisme, pasien dengan gagal
jantung sering memiliki kualitas hidup rendah. Oleh karena itu, meningkatkan
kemampuan self care penting untuk meningkatkan kualitas hidup mereka.
Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis hubungan antara self care dengan
kualitas hidup pada pasien gagal jantung di RSUD dr. Slamet Kabupaten Garut.
Jenis penelitian kuantitatif dengan desain cross sectional. Populasi penelitian
adalah seluruh pasien gagal jantung, dengan teknik Purposive Sampling. Sampel
pada penelitian ini 75 responden. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner SCHI
(Self Care Of Heart Failure Index) untuk mengukur self care dan kuesioner
MacNew Heart Disease Health-Related Quality Of Life untuk mengukur kualitas
hidup selama 2 minggu terakhir, Penelitian ini menggunakan uji statistik yaitu uji
chi-square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa dari 75 responden, 19 pasien
(25,3%) memiliki kemampuan self care yang buruk. Dari mereka, 12 pasien
(63,2%) memiliki kualitas hidup yang buruk, sementara 7 pasien (36,8%) memiliki
kualitas hidup yang baik. Sebaliknya, 56 pasien (74,7,0%) memiliki kemampuan
self care yang baik, dengan 10 pasien (13,3%) memiliki kualitas hidup yang buruk
dan 46 pasien (82,1%) memiliki kualitas hidup yang baik. Uji chi-square
menghasilkan p-value 0,001 (p<0,05) dan nilai OR=7,886 (95% CI 2,482-25,057),
yang berarti Ho ditolak, menunjukkan adanya hubungan signifikan antara self care
dan kualitas hidup. Pasien dengan kemampuan self care yang buruk beresiko 7,886
kali lebih besar memiliki kualitas hidup yang buruk dibandingkan pasien dengan
kemampuan self care yang baik. Peneliti menyarankan agar pasien meningkatkan
kesadaran tentang pentingnya self care dalam manajemen gagal jantung untuk
meningkatkan kualitas hidup mereka.
Kata Kunci: Self Care, Kualitas Hidup, Gagal Jantung
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AE Gawat Darurat |
| Divisions: | PSDKU Tasikmalaya > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | editor psdku tasik |
| Date Deposited: | 15 Jan 2026 04:46 |
| Last Modified: | 15 Jan 2026 04:46 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3324 |
