Tiara Septiana Alcilia, Neng (2025) Hubungan Emotional Quotient dengan Quarter Life Crisis pada Mahasiswa Tingkat Akhir di Universitas Bhakti Kencana Bandung. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (222kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (409kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (414kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (268kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (253kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (270kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (331kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (514kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (474kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (360kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (295kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (244kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (3MB)
Abstract
Mahasiswa tingkat akhir berada pada masa transisi menuju dunia kerja atau pendidikan lanjutan yang menimbulkan tekanan psikologis dan emosional, salah satunya adalah Quarter Life Crisis (QLC). Quarter Life Crisis ditandai dengan perasaan cemas, ketidakpastian masa depan, dan krisis identitas. Emotional Quotient (EQ) berperan penting dalam membantu individu mengelola emosi dan tekanan tersebut. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara Emotional Quotient dengan Quarter Life Crisis pada mahasiswa tingkat akhir di Universitas Bhakti Kencana Bandung. Penelitian ini menggunakan desain kuantitatif korelasional dengan pendekatan cross-sectional. Sampel penelitian berjumlah 120 mahasiswa tingkat akhir dari program studi D3 Keperawatan, Kebidanan, dan Farmasi, yang diambil menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan yaitu Brief Emotional Intelligence Scale (BEIS-10) dan Quarter Life Crisis Scale (QLCS). Analisis data menggunakan uji Spearman’s rho. Hasil penelitian menunjukkan adanya hubungan negatif yang signifikan antara Emotional Quotient dan Quarter Life Crisis dengan nilai koefisien korelasi sebesar -,504 dan nilai signifikansi p = 0,000 (p < 0,05). Mahasiswa dengan EQ tinggi cenderung memiliki QLC yang rendah, dan sebaliknya. Hal ini memperkuat bahwa EQ memiliki peran penting dalam membantu mahasiswa mengelola tekanan emosional selama masa akhir studi. Kesimpulannya, EQ berperan sebagai faktor protektif dalam menghadapi tekanan emosional pada mahasiswa tingkat akhir. Universitas disarankan menyediakan ruang penyaluran kerja dengan institusi mitra untuk membantu mahasiswa menghadapi transisi ke dunia kerja secara lebih siap.
Kata Kunci: Mahasiswa Tingkat Akhir, Emotional Quotient, Quarter Life Crisis
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AI Jiwa |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 02:44 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 02:44 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3419 |
