Nurul Asiah Jamilah, Siti (2025) Hubungan Self-efficacy dengan Kepatuhan Diet dan Aktivitas Fisik pada Penderita Diabetes Mellitus Tipe 2 di Puskesmas Cinunuk. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (201kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (211kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (207kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (278kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (178kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (385kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (554kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (422kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (480kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (484kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (381kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (306kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (3MB)
Abstract
Diabetes Mellitus (DM) tipe 2 termasuk penyakit kronis yang memerlukan perawatan jangka panjang, salah satunya menjaga kepatuhan diet dan aktivitas fisik. Diet berperan menjaga asupan gizi seimbang, sedangkan aktivitas fisik dapat meningkatkan sensitivitas insulin, membantu mengontrol glukosa darah, dan mencegah komplikasi. Self-efficacy berperan penting dalam menentukan perilaku kepatuhan pasien. Tujuan penelitian untuk mengetahui hubungan antara selfefficacy dengan kepatuhan diet dan aktivitas fisik pada penderita diabetes mellitus tipe 2 di Puskesmas Cinunuk. Metode yang digunakan kuantitatif korelasional dengan jumlah sampel penelitian 50 responden menggunakan teknik total sampling. Instrumen yang digunakan adalah kuesioner DMSES, PDAQ, dan IPAQ-SF. Analisis data menggunakan uji Spearman’s Rho. Hasil penelitian responden yang memiliki self-efficacy kurang (54%), kepatuhan diet tidak patuh (68%), dan aktivitas fisik sedang (52%). Uji statistik menunjukan terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dengan kepatuhan diet (ρ=0,005), namun tidak terdapat hubungan signifikan antara self-efficacy dengan aktivitas fisik (ρ=0,074). Self-efficacy memengaruhi kepatuhan diet karena individu yang memiliki keyakinan tinggi terhadap kemampuannya cenderung memilih makanan sesuai anjuran. Sementara, aktivitas fisik dipengaruhi faktor lain seperti usia, kondisi fisik, dan motivasi yang dapat menghambat meskipun selfefficacy baik. Diharapkan peningkatan self-efficacy dapat menjadi strategi intervensi untuk meningkatkan kepatuhan diet, namun aktivitas fisik perlu mempertimbangkan faktor lain dalam program peningkatan aktivitas fisik.
Kata kunci: Aktivitas Fisik, Diabetes Mellitus Tipe 2, Kepatuhan Diet Self efficacy.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AB Medikal Bedah |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 04:33 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 04:33 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3524 |
