Nurlaeni, Putri (2025) Asuhan Keperawatan pada Anak Bronkopneumonia dengan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Napas di Ruang Anyelir Anak RSUD Majalaya. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (110kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (175kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (134kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (128kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (148kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (184kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (136kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (391kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (181kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (406kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (129kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (179kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Bronkopneumonia merupakan infeksi saluran napas bawah yang sering terjadi pada anak, dengan jumlah kasus di Indonesia mencapai 1.013.425 pada tahun 2018 dan prevalensi nasional 4%, serta 4,7% di Jawa Barat. Di RSUD Majalaya, tercatat 176 kasus dalam lima bulan terakhir, menjadikannya diagnosis terbanyak, sehingga diperlukan penanganan keperawatan yang optimal untuk mencegah komplikasi Metode: Deskriftif dengan studi kasus untuk mengetahui asuhan keperawatan pada dua anak bronkopneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara, observasi, pemeriksaan fisik, pemeriksaan penunjang, dan studi dokumentasi. Penelitian berlangsung pada bulan Januari-Mei 2025. Hasil: Selama 3 hari dilakukan tindakan keperawatan pada dua anak dengan bronkopneumonia dengan fokus pada masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Intervensi meliputi pemberian antibiotik, nebulisasi, fisioterapi dada, edukasi batuk efektif, dan pemberian madu 10 cc sebagai terapi non-farmakologis alami. Madu terbukti membantu mengencerkan dahak dan menurunkan frekuensi batuk, terutama pada pasien 2 yang menunjukkan perbaikan lebih cepat. Pada hari ketiga, masalah pernapasan pada kedua pasien dinyatakan teratasi. Diskusi: Perbedaan kecepatan pemulihan menunjukkan bahwa madu sebagai terapi suportif efektif membantu pengenceran dahak dan menurunkan frekuensi batuk. Pasien 2 merespons lebih cepat terhadap intervensi yang sama, kemungkinan karena perbedaan respon imun. Oleh karena itu, perawat disarankan untuk mempertimbangkan pemberian madu sebagai terapi pendukung dalam asuhan keperawatan anak dengan bronkopneumonia, serta melakukan edukasi kepada keluarga tentang manfaatnya untuk mempercepat pemulihan.
Kata Kunci: Anak, Asuhan Keperawatan, Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Bronkopneumonia
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AF Anak |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 07:28 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 07:28 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3976 |
