Cahyadi, Aditiya (2025) Asuhan Keperawatan pada Pasien Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) dengan Ketidakefektifan Bersihan Jalan Nafas di Ruangan Anyelir II RSUD Majalaya. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (107kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (212kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (95kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (99kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (97kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (149kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (133kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (184kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (107kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (236kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (96kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (127kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang: Penyakit Paru Obstruktif Kronik (PPOK) adalah gangguan paruyang sering disertai ketidakefektifan bersihan jalan napas. Masalah ini munculakibat produksi dahak berlebih, refleks batuk lemah, dan sumbatan saluran napas,yang berpotensi memicu komplikasi serius seperti infeksi atau gagal napas.Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan penerapan asuhan keperawatan padapasien PPOK dengan masalah ketidakefektifan bersihan jalan napas, termasukintervensi yang diberikan dan respon pasien terhadap intervensi tersebut. Metode:Penelitian ini menggunakan metode deskriptif dengan pendekatan studi kasuspada dua pasien PPOK yang dirawat di Ruang Anyelir II RSUD Majalaya. Datadikumpulkan melalui wawancara, observasi langsung, pemeriksaan fisik, sertastudi dokumentasi. Asuhan keperawatan dilakukan selama tiga hari denganpendekatan proses keperawatan yang meliputi pengkajian, diagnosis, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil: Kedua pasien menunjukkan tanda-tanda ketidakefektifan bersihan jalan napas seperti batuk tidak efektif, sputum berlebih, dan sesak napas. Intervensi keperawatan meliputi pemberian posisi semi-fowler,edukasi teknik batuk efektif, terapi nebulisasi, serta kolaborasi pemberian mukolitik. Setelah tiga hari intervensi, terdapat perbaikan pada efektivitas batuk,penurunan jumlah sputum, dan peningkatan pola napas. Dikusi: Asuhan keperawatan yang tepat, khususnya edukasi teknik batuk efektif dan manajemen posisi tubuh, berperan penting dalam meningkatkan kemampuan bersihan jalan napas pada pasien PPOK. Pendekatan kolaboratif dan evaluasi berkelanjutan diperlukan untuk mencegah komplikasi dan meningkatkan kualitas hidup pasien.
Kata Kunci: Batuk Efektif, Bersihan Jalan Napas, PPOK
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AB Medikal Bedah |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 04:23 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 04:23 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3955 |
