Kasihtheisya, Naida (2025) Peranan Kombinasi Ekstrak Daun Dadap Serep (Erythrina subumbrans (hassk.) Merr.) dan Daun Pegagan (Centella asiatica (l.) Urb.) Untuk Pencegahan Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD) pada Model Hewan Resistensi Insulin. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (187kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (293kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (233kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (186kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (446kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (188kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (193kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (665kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (496kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (509kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (182kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (431kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Peningkatan konsumsi makanan dan minuman olahan yang mengandung
fruktosa menjadi salah satu penyebab terjadinya resistensi insulin. Resistensi insulin yang terjadi dalam jangka waktu tertentu dapat menjadi penyebab penyakit perlemakkan hati non alkohol atau Non Alcoholic Fatty Liver Disease (NAFLD). Tujuan penelitian ini yaitu mengetahui peran kombinasi ekstrak pegagan dan dadap serep untuk mencegah NAFLD pada tikus model resistensi insulin. Penelitian ini merupakan penelitian metode preventif menggunakan 24 ekor tikus yang dibagi menjadi 6 kelompok yang terdiri dari kelompok normal, induksi (kelompok yang diberikan fruktosa), kurkumin (kelompok pembanding), dan kelompok yang diberikan kombinasi EEPDS dengan varian dosis 50:100 mg/kgBB, 100:100 mg/kgBB, dan 100:50 mg/kgBB. Pemeriksaan resistensi insulin dilakukan dengan pengujian KTTI, serta pemeriksaan NAFLD dilakukan dengan pengujian trigliserida, SGOT dan SGPT. Hasil pemeriksaan trigliserida menunjukkan kombinasi EEPDS dengan % perubahan terbaik yaitu 100:50 mg/kgBB. Pemeriksaan SGOT dan SGPT menunjukkan kombinasi EEPDS dengan % perubahan terbaik yaitu 100:100 mg/kgBB. Skoring parameter berdasarkan % perubahan menyatakan dosis kombinasi EEPDS terbaik yaitu 100:100 mg/kgBB. Kesimpulan dari penelitian ini, kombinasi EEPDS mempunyai peran untuk mencegah NAFLD dengan dosis terbaik 100:100 mg/kgBB dilihat dari parameter trigliserida, SGOT dan SGPT.
Kata Kunci: Dadap serep, Erythrina subumbrans, pegagan, Centella asiatica, resistensi insulin, NAFLD, KTTI, trigliserida, SGOT dan SGPT.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 02:30 |
| Last Modified: | 06 Feb 2026 02:30 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3851 |
