Kamilia, Nisrina (2025) Studi Etnobotani Pemggunaan Tumbuhan Obat untuk Dismenore pada Remaja di Kecamatan Lemahabang Kabupaten Karawang. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (176kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (194kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (192kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (189kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (328kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (224kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (194kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (216kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (181kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (208kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Dismenore merupakan gangguan nyeri haid yang umum terjadi pada remaja dan dapat mengganggu aktivitas sehari-hari. Salah satu alternatif pengobatan yang banyak digunakan masyarakat adalah dengan memanfaatkan tumbuhan obat tradisional. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui jenis tumbuhan obat yang digunakan remaja dalam mengatasi dismenore, cara pengolahannya, serta efektivitas penggunaannya di Kecamatan Lemahabang, Kabupaten Karawang. Metode yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnobotani. Pengambilan data dilakukan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi terhadap 50 responden yang dipilih menggunakan teknik snowball sampling. Kriteria responden adalah remaja berusia 12–20 tahun yang mengalami dismenore dan memiliki pengetahuan tentang tumbuhan obat. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tumbuhan yang paling banyak digunakan adalah kunyit (Curcuma Longa), jahe (Zingiber Officinale), jeruk nipis, mengkudu, kumis kucing, dan lidah buaya. Bagian tanaman yang dominan digunakan adalah rimpang dengan metode pengolahan utama berupa perebusan. Sebagian besar responden mengetahui manfaat tumbuhan obat dari orang tua. Sebanyak 52% responden menilai penggunaan tumbuhan obat efektif, dan 38% menilai sangat efektif, dengan sebagian besar merasakan efek dalam 1–2 hari. Tidak ditemukan efek samping yang berarti. Penggunaan tumbuhan obat tradisional sebagai terapi dismenore di kalangan remaja masih tinggi dan dinilai efektif, serta mencerminkan pentingnya pelestarian pengetahuan lokal.
Kata kunci: Dismenore, Tumbuhan Obat, Remaja, Etnobotani, Karawang
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 01:38 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 01:41 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3692 |
