Fauzan, Harvy (2025) Gambaran Kecerdasan Emosional pada Pasien Diabetes Melitus dengan Ulkus Kaki Diabetik di Rsud Welas Asih Provinsi Jawa Barat. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (91kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (113kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (92kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (108kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (136kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (105kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (149kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (357kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (203kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (217kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (171kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (177kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Kecerdasan emosional merupakan salah satu aspek psikologis yang berperan penting dalam kesehatan pasien, namun masih sering terabaikan, khususnya pada penderita ulkus kaki diabetik yang merupakan komplikasi serius dari diabetes melitus. Penatalaksanaan penyakit ini selama ini lebih difokuskan pada aspek medis dan perawatan luka, padahal kemampuan pasien dalam mengenali, mengendalikan, serta memanfaatkan emosi secara tepat turut memengaruhi pengambilan keputusan, pengelolaan stres, dan kepatuhan terhadap perawatan. Penelitian yang menyoroti kecerdasan emosional pada pasien ulkus kaki diabetik, terutama di fasilitas kesehatan daerah, masih jarang dilakukan.Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan gambaran kecerdasan emosional pada pasien diabetes melitus dengan ulkus kaki diabetik di RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif kuantitatif dengan jumlah responden 30 orang, dipilih menggunakan teknik total sampling selama satu bulan. Instrumen yang dipakai berupa kuesioner kecerdasan emosional yang mencakup lima aspek, yaitu kesadaran diri, pengendalian diri, motivasi, empati, dan keterampilan sosial. Indikatornya meliputi kemampuan mengenali emosi diri, mengendalikan dorongan emosional, menjaga semangat menghadapi tantangan, memahami perasaan orang lain, serta membangun hubungan sosial yang positif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar responden (96,7%) memiliki kecerdasan emosional pada kategori sedang, sementara 3,3% berada pada kategori rendah, dan tidak ada yang mencapai kategori tinggi. Kesimpulannya, kecerdasan emosional pasien masih perlu ditingkatkan melalui edukasi psikologis dan dukungan keluarga. Rumah sakit juga disarankan mengintegrasikan pendekatan psikoedukatif ke dalam layanan perawatan luka agar pasien lebih siap secara emosional dalam menghadapi penyakit kronis.
Kata kunci: Diabetes Melitus, kecerdasan emosional, ulkus diabetik
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AB Medikal Bedah |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 08:01 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 09:28 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3360 |
