Rismayanti, Novi (2025) Evaluasi Tingkat Kepatuhan Minum Obat Antihipertensi pada Pasien Hipertensi di Klinik Khabayra Kabupaten Garut. Diploma thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (369kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (117kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (657kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (475kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (586kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (597kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (655kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (759kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (664kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (666kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (541kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (524kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Hipertensi merupakan penyakit kronis yang sering disebut silent killer karena tidak menunjukkan gejala namun dapat menyebabkan komplikasi serius seperti stroke dan gagal jantung. Penyakit ini memerlukan pengobatan jangka panjang dan kepatuhan pasien dalam minum obat secara rutin. Kepatuhan menjadi faktor penting dalam pengendalian tekanan darah dan pencegahan komplikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi tingkat kepatuhan minum obat antihipertensi pada pasien hipertensi di Klinik Khabayra Kabupaten Garut. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional terhadap 82 pasien yang dipilih berdasarkan kriteria inklusi. Data dikumpulkan menggunakan kuesioner MMAS-8. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden berusia ≥60 tahun, berjenis kelamin perempuan, berpendidikan terakhir Sekolah Dasar, dan telah menderita hipertensi selama lebih dari lima tahun. Sebanyak 54,88% responden memiliki tingkat kepatuhan rendah, 30,49% kepatuhan tinggi, dan 14,63% kepatuhan sedang. Rendahnya kepatuhan disebabkan oleh kebiasaan lupa minum obat, menghentikan pengobatan saat merasa sehat, serta kurangnya pemahaman mengenai pentingnya pengobatan berkelanjutan. Penelitian ini diharapkan menjadi dasar dalam peningkatan edukasi dan intervensi bagi pasien, khususnya bagi kelompok lansia dan berpendidikan rendah, guna meningkatkan keberhasilan terapi antihipertensi di fasilitas layanan kesehatan tingkat pertama.
Kata kunci: Hipertensi, silent killer, kepatuhan minum obat, MMAS-8
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BC Farmasi Umum Apoteker |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > D3 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 07:56 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 07:56 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3997 |
