Addaruquthni Al Ghifari, Fathir (2025) Asuhan Keperawatan pada Pasien Bronkopneumonia dengan Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif di Ruang Anyelir II RSUD Majalaya. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (126kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (199kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (209kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (166kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (240kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (143kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (246kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (458kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (189kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (499kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (186kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (207kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang: Bronkopneumonia adalah infeksi paru-paru yang umum, disebabkan oleh mikroorganisme seperti virus, bakteri, dan jamur. bronkopneumonia menempati peringkat pertama dari sepuluh besar penyakit di Ruang Anyelir II pada tahun 2024. Peradangan atau infeksi saluran pernapasan pada pasien bronkopneumonia menyebabkan terjadinya penumpukan sekret sehingga menyebabkan bersihan jalan napas tidak efektif, sehingga memerlukan latihan batuk efektif dan manajemen jalan napas dalam bentuk asuhan keperawatan yang komprehensif. Tujuan penelitian untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada pasien bronkopenumonia dengan bersihan jalan nafas tidak efektif. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan studi kasus, melibatkan dua pasien yang dirawat di RSUD Majalaya. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan pemeriksaan fisik. Hasil: Hasil pengkajian menunjukkan kedua pasien mengalami gejala bronkopneumonia, seperti batuk berdahak, sesak napas, dan demam. Diagnosa keperawatan yang ditetapkan meliputi bersihan jalan napas tidak efektif, intoleransi aktivitas, defisit nutrisi, dan hipertermi. Intervensi keperawatan yang dilakukan termasuk latihan batuk efektif dan manajemen jalan napas. Evaluasi setelah 3 hari menunjukkan perbaikan signifikan pada kondisi pasien, dengan pengurangan gejala, peningkatan saturasi oksigen dan respirasi. Diskusi: Asuhan keperawatan yang diberikan pada pasien bronkopneumonia dengan bersihan jalan napas tidak efektif terbukti efektif dalam meningkatkan kondisi pasien. Intervensi keperawatan yang tepat sangat berperan dalam mengatasi masalah ini. Disarankan bagi perawat untuk lebih mengoptimalkan implementasi intervensi keperawatan bersihan jalan napas secara komprehensif. Bagi institusi rumah sakit, meningkatkan pelaksanaan jadwal yang bervariasi dalam pemberian terapi dalam mendukung pelaksanaan intervensi yang menunjang bersihan jalan napas.
Kata kunci: asuhan keperawatan, bronkopneumonia, bersihan jalan napas tidak efektif.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AB Medikal Bedah |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 06:29 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 06:29 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3938 |
