Sri Ayuni, Dita (2025) Gambaran Pemusnahan Obat Kedaluwarsa Di Puskesmas Sukaraja Kabupaten Tasikmalaya. Diploma thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (12kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (90kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (24kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (69kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (130kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (72kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (58kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (86kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (38kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (203kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (24kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (162kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Pemusnahan obat kedaluwarsa merupakan bagian penting dari pengelolaan sediaan farmasi di fasilitas pelayanan kesehatan seperti Puskesmas. Obat yang telah melewati tanggal kedaluwarsa berpotensi kehilangan efektivitas dan dapat menimbulkan dampak negatif terhadap kesehatan masyarakat serta lingkungan. Penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan praktik pemusnahan obat kedaluwarsa di Puskesmas Sukaraja, Kabupaten Tasikmalaya. Penelitian ini menggunakan metode observasional deskriptif dengan pendekatan kuantitatif. Data dikumpulkan secara retrospektif dari dokumen pemusnahan, daftar obat kedaluwarsa, dan dokumentasi foto selama periode Januari Desember 2024. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penyebab utama timbulnya obat kedaluwarsa adalah karena obat tidak terpakai (68%). Sebagian besar obat yang kedaluwarsa termasuk dalam golongan obat keras (61,91%) dan berbentuk sediaan padat seperti tablet dan kapsul (52%). Metode pemusnahan yang paling banyak digunakan adalah penguburan (52%), diikuti oleh pembuangan ke saluran air (28%), pembakaran (8%), dan pengembalian ke Dinas Kesehatan (12%). Tidak ada obat yang dimusnahkan melalui pihak ketiga, padahal metode ini dinilai lebih aman dan sesuai dengan ketentuan Undang-Undang No. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup. Hasil ini menunjukkan bahwa meskipun pemusnahan obat telah dilakukan, praktik yang diterapkan di Puskesmas masih perlu ditingkatkan agar lebih aman, efektif, dan sesuai standar.
Kata Kunci: Pemusnahan obat, Puskesmas Sukaraja, Obat kedaluwarsa
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BC Farmasi Umum Apoteker |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > D3 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 10 Feb 2026 06:05 |
| Last Modified: | 10 Feb 2026 06:05 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3935 |
