Ghania, Ira (2025) Analisis Asuhan Keperawatan Myastehnia Gravis dan Penerapan Intervensi Rom Pasif terhadap Peningkatan Kekuatan Otot di Ruangan Intensive Care Unit (ICU) Rumah Sakit Al-Islam Kota Bandung. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (187kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (254kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (319kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (251kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (236kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (279kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (247kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (458kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (510kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (295kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (168kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (194kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Penyakit autoimun merupakan kondisi ketika sistem imun gagal mengenali sel tubuh sendiri (self) dengan sel asing (non-self) pada tingkat molekul permukaan sel atau epitop yang dikenali oleh efektor imun. Salah satu penyakit autoimun yang bersifat kronis dan neuromuskular adalah Myasthenia Gravis (MG), yang ditandai dengan kelemahan otot volunter progresif. Gejala klinis yang sering muncul meliputi kelemahan otot ekstraokular, otot bulbar, anggota gerak, dan krisis miastenia. Salah satu intervensi non-farmakologis yang dapat diterapkan untuk meningkatkan kekuatan otot pada pasien MG adalah ROM pasif. Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus pada seorang pasien dengan masalah keperawatan gangguan mobilitas fisik yang dirawat di Unit Perawatan Intensif (ICU) Rumah Sakit Al-Islam Bandung. Intervensi yang diterapkan berupa ROM pasif dan dilakukan 2 kali sehari selama 1520 menit setiap sesi selama 9 hari. Hasil evaluasi menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot pada ekstremitas atas dan bawah. Pada hari pertama, kekuatan otot pasien berada pada skala 4 (kelemahan ringan), sedangkan pada hari kesembilan meningkat menjadi 5 (kekuatan otot normal). Indikator capaian yang digunakan untuk menilai efektivitas intervensi adalah peningkatan skala kekuatan otot berdasarkan Manual Muscle Testing (MMT). Hasil penelitian ini menunjukkan bahwa pemberian ROM pasif dapat membantu meningkatkan kekuatan otot, mempertahankan fleksibilitas sendi, serta mencegah komplikasi imobilitas pada pasien. Intervensi ini terbukti meningkatkan kekuatan otot pada indikator objektif berupa nilai MMT, serta subjektif berupa penurunan keluhan kelemahan yang dilaporkan pasien. Dengan demikian, ROM pasif dapat dijadikan salah satu intervensi keperawatan nonfarmakologis yang mudah dilakukan, baik oleh perawat maupun keluarga pasien, untuk mendukung pemulihan pasien dengan gangguan mobilitas akibat miastenia gravis.
Kata kunci : Miastenia Gravis, ROM Pasif, Unit Perawatan Intensif
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AB Medikal Bedah |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > Profesi Ners |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 07:15 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 07:15 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3792 |
