Sri Listiani, Hana (2025) Studi Etnobotani Tanaman Obat untuk Penyakit Hipertensi di Kecamatan Cibinong kabupaten Cianjur. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (136kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (196kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (221kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (143kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (175kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (221kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (232kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (278kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (174kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (136kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (190kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Hipertensi merupakan salah satu penyakit degeneratif yang prevalensinya terus meningkat, termasuk di Kecamatan Cibinong, Kabupaten Cianjur. Pengobatan hipertensi dengan obat sintetis seringkali menimbulkan efek samping jangka panjang, sehingga masyarakat beralih ke tanaman obat sebagai alternatif. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi jenis-jenis tanaman obat yang digunakan oleh masyarakat, bagian tanaman yang dimanfaatkan, cara pengolahan, serta efektivitasnya dalam menurunkan tekanan darah. Metode penelitian yang digunakan adalah kualitatif deskriptif dengan pendekatan etnobotani. Data dikumpulkan melalui wawancara semiterstruktur, observasi, dan dokumentasi terhadap 30 responden berusia 35-65 tahun yang memiliki riwayat hipertensi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa daun salam (Syzygium polyanthum), kumis kucing (Orthosiphon aristatus), rosella (Hibiscus sabdariffa), dan jahe (Zingiber officinale) merupakan tanaman yang paling banyak digunakan. Bagian tanaman yang paling sering dimanfaatkan adalah rimpang (33%), daun (50%), dan bunga (17%). Cara pengolahan utama adalah direbus (60%), dan direndam (40%). Mayoritas responden (53%) menyatakan tanaman obat cukup efektif dalam menurunkan tekanan darah tanpa efek samping yang signifikan. Pengetahuan tentang penggunaan tanaman obat diperoleh dari orang tua secara turun – temurun (60%), lingkungan sekitar (23%), dan internet (17%). Penelitian ini memberikan kontribusi dalam pelestarian pengetahuan tradisional dan potensi pengembangan obat herbal berbasis tanaman lokal.
Kata Kunci : Etnobotani, Tanaman obat, hipertensi, Cibinong, pengetahuan tradisional
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 03:11 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 03:11 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3639 |
