Nurfaddillah, Diany (2025) Analisis Analisis Asuhan Keperawatan Jiwa pada Ny. M dengan Skizofernia dan Masalah Utama Gangguan Persepsi Sensori: Halusinasi Pendengaran dengan Intervensi Terapi Psikoreliguis Dzikir. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (12kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (27kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (27kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (71kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (43kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (59kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (137kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (206kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (131kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (88kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (9kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (75kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (313kB)
Abstract
World Health Organization memperkirakan sekitar 450 juta orang di dunia yang mengalami gangguan kesehatan jiwa, 135 juta orang diantaranya mengalami skizofrenia, tanda positif dari skizofrenia salah satunya adalah halusinasi pendengaran. Penatalaksanaan non farmakologi pada halusinasi dalam asuhan keperawatan pada pasien halusinasi pendengaran yaitu melakukan strategi pelaksanaan seperti menghardik, konsumsi obat, berbincang dengan teman dan melakukan aktivitas terjadwal dan bisa dengan melakukan terapi dzikir, dimana bertujuan untuk mengingatkan klien agar terus mengingat Tuhannya. Tujuan dari penulisan ini untuk menganalisis asuhan keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran pada Ny. M dengan skizofernia di ruang Camar Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Metode penulisan yang dilakukan adalah study case dengan pendekatan mulai dari pengkajian, diagnosa, intervensi, implementasi, dan evaluasi. Hasil penerapan terapi spiritual dzikir selama 3 hari menunjukan penurunan gangguan halusinasi dari 4 kali sehari menjadi 1 kali sehari. Hal ini sesuai dengan mekanisme terapi spiritual dzikir bisa mengontrol halusinasi, yakni fungsi sistem saraf untuk mendeteksi, menganalisa, dan menghantarkan informasi. Melakukan dzikir dengan mengingat Tuhan, secara otomatis otak akan merespon untuk mengeluarkan endorphine yang dapat menyebabkan perasaan seseorang menjadi bahagia dan menimbulkan kenyamanan. Berdasarkan hasil penerapan terapi spiritual dzikir didapatkan perubahan pada pasien yaitu mengatakan suarasuara tersebut sudah jarang terdengar dari yang biasanya 4 kali sehari setelah dilakukan terapi spiritual dzikir sudah berkurang menjadi 1 kali dalam sehari. Saran berdasarkan hasil implementasi bahwa terapi spiritual dzikir dapat digunakan di rumah sakit jiwa sebagai terapi non farmakologis bagi pasien yang mengalami halusinasi pendengaran.
Kata Kunci: Halusinasi Pendengaran, Skizofrenia, Terapi Spiritual Dzikir
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AI Jiwa |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > Profesi Ners |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 28 Jan 2026 02:52 |
| Last Modified: | 28 Jan 2026 02:52 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3635 |
