Sairuroh, Ririt (2022) Penentruan Kadar Asiatikosidase sebagai Senyawa Penanda pada Pegagan dari Beberapa daerah di Daerah Kabupaten Bandung. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (217kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (400kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (329kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (571kB)
Abstrak.pdf - Accepted Version
Download (214kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (215kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (566kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (208kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (208kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (469kB)
bab 6.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (852kB)
Bab 7.pdf - Published Version
Download (209kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (332kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Pegagan Centella asiatica (L.) Urb salah satu tanaman yang sangat banyak terdapat di Indonesia dan memiliki beragam manfaat sebagai ramuan tanaman obat atau jamu. Asiatikosida merupakan komponen utama dari herba pegagan yang termasuk golongan saponin triterpenoid yang berkhasiat untuk menguatkan sel-sel kulit, menstimulasi sel darah serta dapat meningkatkan kadar kolagen pada fibroblast dermal manusia. Metabolit sekunder seperti asiatikosida keberadaannya sangat tergantung padakondisi lingkungan seperti curah hujan, temperature, jenis tanah, unsur hara dan cahaya. Tujuan penelitian ini adalah untuk melakukan standarisasi dan menetapkan kadar zat aktif asiatikosida herba pegagan dari 5
daerah di provinsi Jawa Barat meliputi Bogor, Pangandaran, Sumedang, Sukabumi dan Manoko. Herba pegagan diekstraksi dengan metode maserasi menggunakan pelarut etanol
70%. Standarisasi simplisia meliputi: susut pengeringan, kadar air, kadar sari larut air, kadar sari larut etanol, kadar abu total dan kadar abu tidak larut asam. Penetapan kadar asiatikosidamenggunakan metode KCKT dengan fase gerak 1% asam orto fosforik : asetonitril (50:50), detektor UV 210 dan kolom C18. Berdasarkan hasil karakterisasi simplisia herba pegagan memenuhi syarat sesuai Farmakope Herbal Indonesia edisi II (2017). Hasil maserasi rendemen yang dihasilkan cukup besar yaitu lebih dari 7,3%. Rendemen ekstrak pegagan Bogor 30,32 ; Pangandaran 31,72 ; Sumedang 23,15 ; Sukabumi 27,44 dan Manoko 19,11%. Kadar asiatikosida ekstrak herba pegagan yang berasal dari Bogor, Pangandaran, Sumedang, Sukabumi dan Manoko berturut-turut adalah 1,36 ; 0,94 ; 1,96 ; 1,52 dan 1,87%. Kadar senyawa dari suatu tanaman dipengaruhi lingkungan tempat tumbuhnya.
Kata Kunci : Centella asiatica (L.) Urb., asiat
icosida, standarisasi, KC
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BD Biologi Farmasi |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 07:32 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 07:32 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3614 |
