Anggraeni Putri, :Eva (2025) Analisis Kandungan Gizi dan Antioksidan pada Jamur Tiram Coklat (Pleurotus cystidiosus) dalam Bentuk Segar dan Tepung. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (179kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (198kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (247kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (149kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (263kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (227kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (225kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (291kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (306kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (317kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (224kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (199kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Jamur tiram coklat (Pleurotus cystidiosus) merupakan salah satu sumber pangan yang kaya nutrisi dan mengandung senyawa bioaktif berperan sebagai antioksidan. Namun, bentuk segarnya memiliki kadar air tinggi sehingga mudah rusak. Pengolahan menjadi tepung diharapkan dapat memperpanjang umur simpan dan memperluas pemanfaatannya. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan dan membandingkan kandungan gizi serta aktivitas antioksidan jamur tiram coklat segar dan tepung. Analisis proksimat dilakukan untuk mengukur kadar air, abu, lemak, protein, serat kasar, dan karbohidrat, sedangkan aktivitas antioksidan diuji menggunakan metode DPPH untuk memperoleh nilai IC₅₀. Penelitian menggunakan tiga kali replikasi data dianalisis secara statistik untuk melihat perubahan secara signifikan. Hasil menunjukkan bahwa proses pengeringan menurunkan kadar air (85,15% menjadi 0,63%), abu (0,706% menjadi 0,670%), lemak (0,375% menjadi 0,110%), protein (8,97% menjadi 1,63%), dan serat kasar (3,63% menjadi 2,41%). Sebaliknya, kadar karbohidrat meningkat secara proporsional dari 4,75% menjadi 96,95%. Nilai IC₅₀ tepung (±20,48 µg/mL) lebih rendah dibandingkan jamur segar (±29,10 µg/mL), yang menunjukkan kapasitas penangkal radikal bebas lebih tinggi per satuan berat kering. Dapat disimpulkan bahwa pengolahan menjadi tepung memengaruhi komposisi gizi, namun mampu mempertahankan bahkan meningkatkan aktivitas antioksidan, serta menghasilkan produk dengan daya simpan lebih baik. Tepung jamur tiram coklat berpotensi dikembangkan sebagai bahan baku pangan fungsional.
Kata kunci: Jamur tiram coklat, analisis proksimat, tepung jamur, aktivitas antioksidan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BD Biologi Farmasi |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 03:10 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 03:10 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3579 |
