Novia Adiningsih, Arum (2025) Aktivitas Antimikroba Ekstrak Etanol, Herba, Sirih Cina (Peporomia pellucida L. Kunth) Terhadap Jamur Trichophyton rubrum, Candida albicans, dan Bakteri Staphylococcus aureus. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (205kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (250kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (208kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (207kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (252kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (254kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (299kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (685kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (465kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (409kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (251kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (245kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Infeksi adalah masuk dan berkembangnya mikroorganisme ke dalam tubuh. Indonesia sebagai negara beriklim tropis memiliki tingkat penyakit kulit cukup tinggi yang disebabkan oleh infeksi jamur, bakteri, virus, atau parasit. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui ekstrak herba Sirih Cina (Peperomia pellucida L.) memiliki aktivitas antimikroba terhadap jamur Trichophyton rubrum, Candida albicans, dan bakteri Staphylococcus aureus dengan menggunakan metode difusi cakram, mengetahui nilai Konsentrasi Hambat Minimum (KHM) dan Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM)/Konsentrasi Fungisidal Minimum (KFM) dengan menggunakan metode mikrodilusi, serta mengetahui perubahan dari morfologi sel mikroba uji yang diberikan ekstrak etanol herba Sirih Cina /(Peperomia pellucida L.) dengan menggunakan metode SEM (Scanning Electron Microscopy). Dari hasil penelitian menggunakan metode cakram kertas menunjukkan bahwa ekstrak etanol herba sirih cina mempunyai aktivitas antimikroba. Nilai KHM dari ekstrak herba Sirih Cina adalah 256 μg/mL dengan nilai KBM 512 μg/mL pada bakteri Staphylococcus aureus, sedangkan nilai KHM dan KFM terhadap jamur Trichophyton rubrum adalah 256 μg/mL dan 512 μg/mL, untuk nilai KHM dan KFM terhadap jamur Candida albicans adalah 512 μg/mL dan >512 μg/mL. Berdasarkan uji SEM menunjukan bahwa paparan ekstrak etanol herba Sirih Cina terhadap bakteri Staphylococcus aureus terdapat perubahan bentuk sel yang berkerut atau penyok, permukaan kasar atau berlubang, sel-sel menggumpal tidak teratur, hingga terlihat fragmen dinding sel terlepas, dan lisis. Kesimpulannya yaitu ekstrak herba Sirih Cina (Peperomia pellucida L.) menunjukkan aktivitas antimikroba yang baik, sehingga dapat dikembangkan lebih lanjut sebagai agen antibakteri dan antimikroba yang efektif.
Kata Kunci : Peperomia pellucida L., Antimikroba, Trichophyton rubrum,
Candida albicans, Staphylococcus aureus.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BB Teknologi Farmasetika Teknologi Farmasi |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 02:03 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 02:03 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3509 |
