Resta Amsari, Alia (2025) “Penilaian Indikator Mutu Evaluasi Penggunaan Obat di Puskesmas Kota/Kabupaten Bandung. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (172kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (299kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (172kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (242kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (206kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (221kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (262kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (376kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (276kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (339kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (197kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (234kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (3MB)
Abstract
Pelayanan kefarmasian yang tidak dilaksanakan dengan benar dapat menimbulkan konsekuensi yang merugikan bagi puskesmas, salah satunya adalah meningkatnya biaya akibat penggunaan obat yang tidak rasional dan terjadinya kesalahan dalam pelayanan langsung kepada pasien juga dapat menurunkan mutu pelayanan. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui tingkat kesesuaian penggunaan obat di beberapa Puskesmas kota/kabupaten Bandung berdasarkan indikator hasil metode Delphi yang dikembangkan oleh Satibi dkk dengan standar yang ada. Metode penelitian ini menggunakan jenis penelitian yang bersifat observasional deskriptif kuantitatif dengan desain cross-sectional. Data yang digunakan adalah dataretrospektif yaitu data resep pasien periode Oktober – Desember 2024 di 4 Puskesmas yang ada di sekitar Kampus. Hasil penelitian menunjukkan bahwa tidak ada Puskesmas yang memenuhi standar pada semua indikator penilaian. Puskesmas Panyileukan
memenuhi 4 dari 7 indikator penggunaan obat (57,14%) yaitu sediaan generik, antibiotik pada diare non spesifik dan antibiotik pada ispa non pneumonia dan dokumentasi medication error. Puskesmas Cinunuk memenuhi 3 indikator (42,86%) yaitu sediaan generik, antibiotik pada diare non spesifik dan antibiotik pada ispa non pneumonia. Puskesmas Cibiru memenuhi 5 indikator (71,43%) yaitu item obat per resep, sediaan generik, antibiotik pada diare non spesifik, pemberian oralit dan zink pada diare dan antibiotik pada ispa non pneumonia, sedangkan Puskesmas Majalaya memenuhi 4 indikator (57,14%) yaitu item obat per resep, sediaan generik, antibiotik pada diare non spesifik dan antibiotik pada ispa non pneumonia.
Kata kunci: Evaluasi Penggunaan Obat, Indikator Mutu, Puskesmas, Bandung
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BC Farmasi Umum Apoteker |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 23 Jan 2026 08:27 |
| Last Modified: | 23 Jan 2026 08:27 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3493 |
