Andzelina, Lulu (2025) Studi Kepatuhan Minum Obat pada Pasien Tuberkulosis di Puskesmas Panyileukan. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (192kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (272kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (290kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (197kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (309kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (287kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (290kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (394kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (361kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (340kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (194kB)
Daftra Pustaka.pdf - Published Version
Download (259kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Tuberkulosis (TB) merupakan penyakit menular yang masih menjadi masalah kesehatan utama di Indonesia. Keberhasilan pengobatan TB sangat dipengaruhi oleh tingkat kepatuhan pasien dalam menjalani terapi obat. Ketidakpatuhan dapat menyebabkan kegagalan terapi, kekambuhan, hingga resistensi obat (MDR-TB). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui karakteristik pasien TB, tingkat kepatuhan dalam menjalani pengobatan, serta hubungan antara karakteristik pasien dan pengetahuan dengan tingkat kepatuhan minum obat di Puskesmas
Panyileukan. Metode penelitian ini menggunakan desain observasional dengan pendekatan cross-sectional. Data dikumpulkan melalui kuesioner MMAS-8 (Morisky Medication Adherence Scale-8) dan data rekam medik pasien. Sampel berjumlah 54 pasien TB yang memenuhi kriteria inklusi. Analisis data dilakukan secara deskriptif dan uji korelasi Spearman. Hasil Mayoritas responden adalah laki-laki (55,6%), berusia 12–25 tahun (29,6%), berpendidikan terakhir SMA (42,6%), tidak bekerja (27,8%), dan tidak berpenghasilan (63,0%). Tingkat kepatuhan pasien tergolong tinggi (56%) sedang (41%), dan rendah (4%). Hasil uji korelasi Spearman menunjukkan hanya variabel jenis kelamin yang memiliki hubungan signifikan dengan tingkat kepatuhan (r = 0,638; p = 0,000). Sementara itu, variabel usia, pendidikan, pekerjaan, penghasilan, dan pengetahuan tidak menunjukkan hubungan yang signifikan (p > 0,05). Kesimpulan tingkat kepatuhan minum obat pada pasien TB di Puskesmas Panyileukan tergolong baik. Jenis kelamin menjadi satu-satunya faktor karakteristik yang berhubungan signifikan dengan tingkat kepatuhan. Diperlukan pendekatan edukatif yang mempertimbangkan perbedaan gender untuk meningkatkan kepatuhan pasien TB.
Kata kunci : Tuberkulosis, Kepatuhan Minum Obat, MMAS-8, Karakteristik Pasien, Pengetahuan, Puskesmas Panyileukan.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 04:54 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 04:54 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3434 |
