Padilah, Rika (2025) Hubungan Usia Gestasi Dengan Derajat Asfiksia pada Bayi Baru Lahir di Rsud Welas Asih Provinsi Jawa Barat. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (163kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (198kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (196kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (197kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (292kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (252kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (273kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (344kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (393kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (340kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (254kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (217kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Bayi baru lahir mengalami perubahan adaptasi biologis besar yang terjadi saat transisi dari intrauterin ke ekstrauterin, sehingga keberhasilan untuk hidup diluar kandungan tergantung dari kemampuan untuk bernafas, denyut jantung, penampilan, refleks dan tonus otot, kemampuan itu dinilai dengan derajat asfiksia, hal ini berkaitan dengan usia gestasi karena kemampuan adaptasi tergantung maturitas pada organ. Tujuan penelitian ini untuk mengidentifikasi hubungan usia gestasi dengan derajat asfiksia pada bayi baru lahir. Metode penelitian ini menggunakan desain korelasional dengan pendekatan retrospektif. Sampel sebanyak 372 bayi baru lahir yang dipilih menggunakan purposive sampling. Instrumen penelitian berupa formulir yang berisi tentang usia gestasi, skor APGAR, dan derajat asfiksia. Data diperoleh dari rekam medis dengan variabel usia gestasi dan derajat asfiksia berdasarkan skor APGAR. Analisis data menggunakan persentase dan uji Rank Spearman. Hasil penelitian menunjukkan terdapat hubungan antara usia gestasi dengan derajat asfiksia pada bayi baru lahir dengan nilai (p-value 0,000 < 0,05). Bayi pada kelompok usia gestasi postmatur dan prematur lebih banyak mengalami derajat asfiksia berat dibandingkan usia gestasi matur. Bayi yang lahir pada usia gestasi prematur maupun postmatur memiliki risiko lebih tinggi mengalami derajat asfiksia sedang hingga berat, sehingga diperlukan permantauan khusus terhadap kehamilan dengan risiko usia gestasi yang tidak optimal untuk mencegah terjadinya asfiksia.
Kata Kunci: APGAR Skor, Asfiksia, Bayi Baru Lahir, Gestasi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AF Anak |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 03:47 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 03:47 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3402 |
