Nurwahidah, Julia (2025) Evaluasi Penggunaan Antibiotik Pasien Rawat Inap Demam Tifoid Dengan Metode Atc/Ddd Dan Du 90% Di RSUD Subang. Other thesis, Bhakti Kencana University.
COVER.pdf - Published Version
Download (159kB)
PENGESAHAN.pdf - Published Version
Download (182kB)
PERSETUJUAN.pdf - Published Version
Download (318kB)
KATA PENGANTAR.pdf - Published Version
Download (181kB)
DAFTAR ISI.pdf - Published Version
Download (251kB)
ABSTRAK.pdf - Published Version
Download (264kB)
BAB I.pdf - Published Version
Download (249kB)
BAB II.pdf - Published Version
Download (326kB)
BAB III.pdf - Published Version
Download (290kB)
BAB IV.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (339kB)
BAB V.pdf - Published Version
Download (172kB)
DAFTAR PUSTAKA.pdf - Published Version
Download (248kB)
LAMPIRAN.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Resistensi antibiotik merupakan salah satu masalah kesehatan global yang mendapat perhatian lebih dari pemerintah Indonesia. Untuk mengurangi terjadinya resistensi maka perlu dilakukannya evaluasi penggunaan antibiotik untuk memastikan obat digunakan secara tepat, aman, dan efektif dengan menggunakan metode kuantitatif yaitu metode ATC/DDD (Anatomical Therapeutic Chemical/Define Daily Dose). Penelitian ini bertujuan mengetahui karakteristik pasien demam tifoid yang mendapatkan antibiotik dan mengetahui gambaran penggunaan antibiotik pada pasien rawat inap demam tifoid periode Januari hingga Desember 2024 di RSUD Subang berdasarkan evaluasi menggunakan metode ATC/DDD dan segmen DU 90% (Drug Utilization). Desain penelitian berupa observasional dengan menggunakan pendekatan cross sectional yang dilakukan secara retrospektif pada penggunaanantibiotik pasien rawat inap demam tifoid di RSUD Subang selama periode Januari hingga Desember 2024. Terdapat 101 pasien yang memenuhi kriteria inklusi, mayoritas berjenis kelamin perempuan (51,49%), berusia 36–45 tahun (26,73%), menggunakan BPJS (94,06%), dan memiliki penyakit penyerta DBD (14,85%). Total penggunaan antibiotik tercatat sebesar 133,31 DDD/100 hari rawat, dengan sefiksim sebagai antibiotik paling banyak digunakan (49,72 DDD/100 hari rawat). Antibiotik dalam segmen DU 90% meliputi sefiksim, seftriakson, dan levofloksasin. Kesimpulan penelitian ini
DDD/100 hari rawat tertinggi adalah sefiksim dan perlu dilakukan pengawasan serta evaluasi penggunaan antibiotik terutama pada antibiotik yang masuk ke dalam DU 90% untuk mencegah terjadinya resistensi pada pasien.
Kata Kunci: Antibiotik, DDD, DU 90%, Resistensi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 21 Jan 2026 02:05 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 02:05 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3392 |
