Salaisa, Wine (2025) Gambaran Faktor Risiko Kejadian Penyakit Jantung Koroner di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih TK II Kota Bandung Jawa Barat. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (178kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (184kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (184kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (145kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (220kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (178kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (288kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (401kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (363kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (319kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (219kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (250kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Pendahuluan Penyakit Jantung Koroner (PJK) merupakan penyebab utama kematian di dunia dan Indonesia, yang terjadi akibat penyempitan atau penyumbatan arteri koroner oleh proses aterosklerosis. PJK dipengaruhi oleh faktor risiko yang dapat diubah seperti hipertensi, kolesterol tinggi, merokok, obesitas, diabetes melitus, stres, dan pola makan tidak sehat, serta faktor yang tidak dapat diubah seperti usia, jenis kelamin, dan riwayat keluarga. Metode penelitian ini menggunakan desain deskriptif kuantitatif untuk menggambarkan faktor risiko kejadian PJK. Sampel berjumlah 93 orang pasien PJK yang dipilih menggunakan teknik total sampling dari populasi sebanyak 140 orang di Rumah Sakit Bhayangkara Sartika Asih TK II Kota Bandung. Instrumen yang digunakan berupa kuesioner, dan data dianalisis secara univariat dengan distribusi frekuensi. Hasil Mayoritas responden berusia 61–70 tahun (54,84%) dan berjenis kelamin laki-laki (78,49%). Sebagian besar responden mengalami hipertensi (88,17%), memiliki kadar kolesterol tinggi (82,79%), dan merokok (56,99%). Sebagian besar tidak menderita diabetes melitus (78,49%), memiliki pola makan cukup baik (68,82%), dan indeks massa tubuh dalam kategori normal (38,72%). Faktor stres yang dialami mayoritas responden berada pada tingkat sedang (55,91%). Kesimpulan hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pasien memiliki lebih dari satu faktor risiko yang dapat diubah. Oleh karena itu, diperlukan edukasi berkelanjutan dalam pencegahan serta pengendalian faktor risiko PJK secara dini di masyarakat.
Kata kunci: Faktor Risiko, PJK
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AB Medikal Bedah |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 20 Jan 2026 04:41 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 09:19 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3372 |
