Alma Nadira, Ardea (2025) Hubungan Dukungan Keluarga dengan Burnout pada Perawat di Ruang Rawat Inap RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (14kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (63kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (47kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (138kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (246kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (73kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (89kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (221kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (230kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (160kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (8kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (96kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Burnout merupakan kondisi kelelahan fisik, emosional, dan mental yang sering dialami perawat akibat tekanan kerja tinggi dan berulang. Perawat dituntut untuk tetap sigap dan empatik meski bekerja dalam sistem shift, menghadapi pasien
kritis, dan menjalani beban kerja yang tidak ringan. Ketika beban tersebut tidak diimbangi dengan dukungan emosional dari lingkungan terdekat, khususnya keluarga, perawat menjadi lebih rentan mengalami stres berkepanjangan. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui hubungan antara dukungan keluarga dan burnout pada perawat pelaksana di ruang rawat inap RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat.
Penelitian menggunakan metode kuantitatif dengan desain korelasional dan pendekatan cross-sectional. Populasi berjumlah 205 perawat, dengan sampel sebanyak 68 orang yang dipilih melalui teknik Proportionate Stratified Random
Sampling. Instrumen penelitian menggunakan kuesioner dukungan keluarga dan Maslach Burnout Inventory–Human Services Survey (MBI-HSS), dengan analisis data menggunakan uji Spearman Rank. Hasil univariat menunjukkan bahwa
sebagian besar perawat (52,9%) memiliki dukungan keluarga rendah, dan mayoritas perawat (50%) mengalami burnout pada tingkat berat. Hasil uji bivariat menunjukkan terdapat hubungan negatif sedang antara dukungan keluarga dan
burnout (rho = -0,574) yang signifikan secara statistik (p = 0,000), artinya semakin tinggi dukungan keluarga, semakin rendah tingkat burnout. Oleh karena itu, keluarga disarankan untuk lebih aktif memberikan dukungan emosional melalui
komunikasi terbuka dan pemahaman terhadap beban kerja perawat, serta rumah sakit diharapkan menciptakan lingkungan kerja yang suportif untuk menurunkan risiko burnout dan menjaga kesejahteraan tenaga kesehatan.
Kata Kunci : Burnout, Dukungan Keluarga, Perawat
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AH Keluarga |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 19 Jan 2026 03:56 |
| Last Modified: | 21 Jan 2026 09:38 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3347 |
