Imanuddin, Firman (2022) Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotik Profilaksis Pada Pasien Bedah Sectio Caesarea Di Rumah Sakit Umum Daerah Kuningan Jawa Barat. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (103kB)
Halaman Pengesahan.pdf - Published Version
Download (141kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (130kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (148kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (70kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (137kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (289kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (289kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (128kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (133kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (184kB)
Bab 6.pdf - Published Version
Download (67kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (192kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (592kB)
Abstract
Sectio Caesarea (SC) merupakan jenis operasi clean contaminated atau operasi bersih terkontaminasi sehingga sangat direkomendasikan penggunaan antibiotik profilaksis karena SC mempunyai risiko tinggi terjadinya infeksi yang diakibatkan oleh bakteri pada saat pembedahan. Penggunaan antibiotik untuk pengobatan infeksi kadang menimbulkan sifat
resistensi. Menurut Radji Sebanyak 30-90% penggunaan antibiotik profilaksis tidak sesuai pedoman atau tidak tepat, baik waktu pemberian dan dosis. Tujuan dari penelitian ini untuk mengetahui profil penggunaan obat dan untuk mengevaluasi penggunaan antibiotik berdasarkan tepat obat, dosis, indikasi, dan waktu pemberian pada pasien SC RSUD Kuningan tahun 2021. Metode pengumpulan data dilakukan secara retrospektif dan dianalisis menggunakan microsoft excel. Sumber data yang digunakan berupa data rekam medis pasien bedah SC di RSUD Kuningan tahun 2021. Pada penelitian ini didapatkan pasien dengan total 109 pasien. Pedoman yang digunakan dalam penelitian ini yaitu AHFS Drug Information (2011), Pedoman Penggunaan Antibiotik (2021), dan Pharmacoterapy DiPiro Edisi 11 (2020). Berdasarkan hasil penelitian dapat disimpulkan bahwa prevalensi paling banyak pada pasien SC dengan usia antara 20-25 tahun (73,39%), dengan indikasi KPD (26,61%), Antibiotik yang paling banyak digunakan adalah Sefuroksim (34,86%) yang merupakan
antibiotik sefalosporin generasi II. Untuk evaluasi penggunaan obat pada parameter tepat obat sudah tepat (100%), tepat indikasi (100%), tepat dosis (99%), dan tepat waktu pemberian (100%).
Kata Kunci : antibiotik, profilaksis, sectio, caesarea
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BC Farmasi Umum Apoteker |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 13 Jan 2026 02:31 |
| Last Modified: | 13 Jan 2026 02:31 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3267 |
