Tirani, Camilla (2022) Potensi Ekstrak Etanol Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) Terhadap Faktor Risiko Kardiometabolik pada Tikus Hiperurisemia. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (101kB)
Halaman Pengesahan.pdf - Published Version
Download (177kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (203kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (172kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (68kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (212kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (342kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (131kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (129kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (248kB)
Bab 6.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (405kB)
Bab 7.pdf - Published Version
Download (63kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (185kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Hiperurisemia adalah suatu kondisi yang menggambarkan terjadinya peningkatan kadar asam urat dalam tubuh hingga melebihi batas normal, yang berkaitan erat dengan penyakit
kardiovaskular. Temulawak (Curcuma xanthorrhiza) memiliki aktivitas sebagai antihiperurisemia serta dapat mengobati beberapa gangguan yang berhubungan dengan kardiometabolik. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui potensi ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza) terhadap faktor risiko kardiometabolik pada tikus hiperurisemia. Pengujian secara in vitro untuk mengetahui aktivitas inhibitor xantin oksidase dengan metode spektrofotometer UV/Vis dan antioksidan dengan metode DPPH. Pengujian secara in vivo
menggunakan 20 tikus Wistar jantan yang dibagi menjadi kelompok kontrol normal, kelompok kontrol sakit (induksi pakan tinggi lemak dan karbohidrat serta fruktosa 20% dalam air minum), kelompok uji diberi ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza) dengan dosis 50 mg/Kg; 100 mg/Kg dan kelompok pembanding (allopurinol 9 mg/Kg), diberi perlakuan
selama 28 hari serta induksi kafein 26,45 mg/Kg pada hari ke 23-28. Pengukuran dilakukan pada hari ke 28 terhadap kadar asam urat dan parameter terkait kardiometabolik. Pengujian
secara ex vivo untuk mengetahui aktivitas penghambatan peroksidasi lipid dengan metode spektrofotometer UV/Vis. Hasil penelitian menunjukan bahwa untuk semua parameter terdapat perbedaan bermakna antara kelompok sakit dengan kelompok uji. Kesimpulan dari penelitian ini bahwa ekstrak etanol temulawak (Curcuma xanthorrhiza) berpotensi terhadap faktor risiko kardiometabolik pada tikus hiperurisemia.
Kata Kunci : Temulawak, Hiperurisemia, Kardiometabolik
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 07 Jan 2026 07:03 |
| Last Modified: | 07 Jan 2026 07:03 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3183 |
