Melati Sukma, Feggy (2021) Perbandingan Efektivitas Mengunyah Permen Karet dengan Kumur Air Matang terhadap Tingkat Haus pada Pasien yang Menjalani Hemodialisis di RSUD Majalaya. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (85kB)
Lembar Persetujuan.pdf - Published Version
Download (107kB)
Lembar Pengesahan.pdf - Published Version
Download (99kB)
Pernyataan.pdf - Published Version
Download (163kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (130kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (97kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (65kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (167kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (351kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (221kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (241kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (235kB)
Bab 6.pdf - Published Version
Download (63kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (218kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Haus merupakan gejala End Stage Renal Disease (ESRD) dengan
prevalensi 30,9%- 95,0% pada pasien yang menjalani hemodialisis. Haus adalah sensasi kekeringan di mulut dan tenggorokan terkait keinginan untuk cairan yang dapat ditangani dengan mengunyah permen karet dan kumur air matang dimana intervensi ini murah, ekonomis, praktis, mudah dibawa kemana-mana dan dapat ditoleransi pasien hemodialisis.
Tujuan penelitian untuk mengetahui perbandingan efektivitas mengunyah permen karet dengan kumur air matang terhadap tingkat haus pada pasien yang menjalani hemodialisis.
Jenis penelitian Quasy experiment dengan pretest posttest two group. Populasi yakni pasien hemodialisis di RSUD Majalaya sebanyak 158, dengan sampel 36 pasien, teknik sampling purposive sampling. Instrumen menggunakan Thirst Distress Scale (TDS). Analisa menggunakan analisa univariat dengan distribusi frekuensi dan bivariat dengan uji Paired T-Test dan uji Wilcoxon, serta uji Independent T-Test.
Hasil menunjukkan ada pengaruh signifikan mengunyah permen karet terhadap tingkat haus dengan p-value 0.000. Ada pengaruh signifikan kumur air matang terhadap tingkat haus dengan p-value 0,001. Ada perbedaan signifikan mengunyah permen karet dengan kumur air matang terhadap tingkat haus dengan p-value 0,007. Mengunyah permen karet lebih efektif menurunkan tingkat haus karena merangsang sekresi saliva 2x lipat sehingga menurunkan sensasi haus. Penelitian ini diharapkan dijadikan dasar penyusunan prosedur operasional
manajemen haus dengan mengunyah permen karet pada pasien hemodialisis.
Kata Kunci :Kumur Air Matang, Mengunyah Permen Karet, Penyakit GinjalKronik (PGK), Tingkat Haus
Daftar Pustaka : 14 Buku (2015-2021), 60 Jurnal (2011-2021)
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AD Komunitas |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan |
| Depositing User: | S.IIP Rosy Rosytasary |
| Date Deposited: | 02 Jan 2026 13:25 |
| Last Modified: | 02 Jan 2026 13:25 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3107 |
