Wanti, Wida (2022) Pola Penggunaan Obat Hipertensi pada Pasien BPJS Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma 543 Tasikmalaya Januari–Maret 2022. Diploma thesis, Universitas Bhakti Kencana.
cover.pdf - Published Version
Download (115kB)
pengesahan.pdf - Published Version
Download (15kB)
pernyataan.pdf - Published Version
Download (32kB)
pengantar.pdf - Published Version
Download (137kB)
isi.pdf - Published Version
Download (326kB)
abstrak.pdf - Published Version
Download (12kB)
bab1.pdf - Published Version
Download (143kB)
bab2.pdf - Published Version
Download (362kB)
bab3.pdf - Published Version
Download (164kB)
bab4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (174kB)
bab5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (181kB)
bab6.pdf - Published Version
Download (9kB)
pustaka.pdf - Published Version
Download (18kB)
lampiran.pdf - Published Version
Download (711kB)
Abstract
Hipertensi sering disebut sebagai silent killer karena tidak memiliki gejala yang spesifik, namun dapat menyebabkan berbagai penyakit degeneratif hingga kematian. Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kota Tasikmalaya tahun 2019, hipertensi termasuk dalam sepuluh besar penyakit terbanyak dan menempati urutan kedua setelah nasofaringitis akut, dengan jumlah kunjungan yang terus meningkat dari tahun ke tahun. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pola penggunaan obat antihipertensi pada pasien Badan Penyelenggara Jaminan Sosial Rujuk Balik di Apotek Kimia Farma 543 Tasikmalaya pada periode Januari hingga Maret 2022. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif dengan pendekatan retrospektif. Jumlah sampel ditentukan menggunakan rumus Slovin dari populasi sebanyak 2.296 resep, sehingga diperoleh sampel sebanyak 340 lembar resep. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pasien hipertensi terbanyak berjenis kelamin perempuan dengan jumlah 185 resep (54,51%) dan mayoritas berusia di atas 50 tahun sebanyak 279 resep (82%). Golongan obat antihipertensi yang paling banyak diresepkan adalah Calcium Channel Blockers sebanyak 195 resep (29,63%), sedangkan obat antihipertensi yang paling sering diresepkan adalah amlodipin dengan jumlah 186 resep (28,27%).
Kata kunci: obat; hipertensi; Badan Penyelenggara Jaminan Sosial
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BB Teknologi Farmasetika Teknologi Farmasi B Farmasi > BC Farmasi Umum Apoteker |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > D3 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 31 Dec 2025 04:03 |
| Last Modified: | 31 Dec 2025 04:03 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3068 |
