Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah dengan Asfiksia Neonatorum: Literature Review

Rodiyanti, Siti (2021) Hubungan Bayi Berat Lahir Rendah dengan Asfiksia Neonatorum: Literature Review. Other thesis, Univerrsitas Bhakti Kencana.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf - Published Version

Download (100kB)
[thumbnail of Lembar Persetujuan.pdf] Text
Lembar Persetujuan.pdf - Published Version

Download (137kB)
[thumbnail of Lembar Pengesahan.pdf] Text
Lembar Pengesahan.pdf - Published Version

Download (102kB)
[thumbnail of Lembar Pernyataan.pdf] Text
Lembar Pernyataan.pdf - Published Version

Download (177kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf - Published Version

Download (158kB)
[thumbnail of Kata Pengantar.pdf] Text
Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (118kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf] Text
Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (152kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf - Published Version

Download (241kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf - Published Version

Download (330kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (197kB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (279kB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf - Published Version

Download (240kB)
[thumbnail of Bab 6.pdf] Text
Bab 6.pdf - Published Version

Download (124kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (152kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf - Published Version

Download (668kB)

Abstract

Neonatal adalah bayi lahir kurang dari 0-28 hari. Bayi yang kurang dari satu bulan rentan terkena penyakit dan mempunyai tubuh yang sangat lemah. Penyebab kematian bayi neonatal merupakan penyebab yang paling utama di Indonesia ialah asfiksia dan bayi berat lahir rendah. Neonatal mengalami peningkatan sekitar 3,6 juta dari 120 juta bayi yang disebabkan oleh asfikisa 37% dan BBLR 34%. Asfiksia di Jawa Barat tahun 2019 menduduki urutan kedua setelah sepsis neonatorum. BBLR beresiko timbulnya masalah pada sistem tubuh, kondisi tubuh yang tidak stabil dan sangat rentan terjadi infeksi. Tujuan penelitian aini adalah untuk mengetahui hubungan antara bayi berat lahir rendah dengan asfiksia neonatorum berdasarkan Literature Review.
Jenis penelitian ini menggunakan Literature Review dengan pendekatan Systematic Literatur Review yang diperoleh dari Google Scholar, Portal Garuda, Pubmed, dan Sciencce Direct. Populasi penelitian ini sebanyak 3.414 artikel dengan teknik purposive sampling dengan memilih subjek berdasarkan kriteria tertentu. Sampel penelitian sebanyak 7 artikel dan di uji kelayakan menggunakan JBI CrossCetional dan Case Control berdasarkan nilai rekomendasi JBI kategori baik Grade A.
Hasil penelitian dari ketujuh artikel menunjukan adanya hubungan BBLR dengan kejadian asfiksia neonatorum dengan p-value 0.000-0,015 dan nilai OR 7,526 kali dengan dinyatakan bahwa BBLR menjadi faktor resiko asfiksia neonatorum. Disebabkan bayi yang lahir BBLR memiliki sedikit alveolus dan surfaktan yang dapat menutupi alveolus sehingga kurangnya surfaktan pada paruparu, pertumbuhan dan perkembangan belum sempurna, otot pernafasan masih lemah, dan tulang rusuk mudah melengkung. Diharapkan penelitian ini dijadikan bahan dasar masukan dalam meningkatkan kesehatan pada ibu hamil untuk menurunkan angka BBLR dan asfiksia neonatorum.
Kata Kunci : Asfiksia neonatorum, BBLR
Daftar Pustaka : 10 Buku (2012-2018)
22 Jurnal (2012-2020)

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: A Keperawatan > AF Anak
Divisions: Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > S1 Keperawatan
Depositing User: S.IIP Rosy Rosytasary
Date Deposited: 08 May 2026 02:49
Last Modified: 13 May 2026 01:09
URI: https://repository.bku.ac.id/id/eprint/4138

Actions (login required)

View Item
View Item