Nenden, Nenden (2025) Penerapan Pembidaian dalam Asuhan Keperawatan pada Pasien Fraktur di Instalasi Gawat Darurat UOBK RSUD dr Slamet Garut Tahun 2025. Diploma thesis, Universitas Bhakti Kencana PSDKU Garut.
Cover_Nenden.pdf - Published Version
Download (86kB)
Lembar Pengesahan_Nenden.pdf - Published Version
Download (177kB)
Lembar persetujuan.pdf - Published Version
Download (79kB)
Lembar Pernyataan_Nenden.pdf - Published Version
Download (92kB)
Kata Pengantar _Nenden.pdf - Published Version
Download (113kB)
Daftar Isi_Nenden.pdf - Published Version
Download (192kB)
Abstrak_Nenden.pdf - Published Version
Download (211kB)
BAB I_Nenden.pdf - Published Version
Download (234kB)
BAB II_Nenden.pdf - Published Version
Download (4MB)
BAB III_Nenden.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (232kB)
BAB IV_Nenden.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (630kB)
BAB V_Nenden.pdf - Published Version
Download (137kB)
Daftar Pustaka_Nenden.pdf - Published Version
Download (150kB)
Lampiran_Nenden.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Latar Belakang: Fraktur atau patah tulang merupakan keadaan gawat darurat pada sistem muskuloskeletal yang membutuhkan penanganan segera dan tepat. Salah satu tindakan utama
dalam penanganan awal fraktur adalah pembidaian, yaitu teknik imobilisasi untuk mengurangi nyeri, mencegah kerusakan jaringan lebih lanjut, dan mempercepat proses penyembuhan. RSUD dr. Slamet Garut menangani ratusan kasus fraktur setiap tahun, yang sebagian besar memerlukan
tindakan pembidaian di Instalasi Gawat Darurat. Tujuan Penelitian ini bertujuan untuk penerapan pembidaian dalam asuhan keperawatan pada pasien fraktur, khususnya di Instalasi Gawat Darurat RSUD dr. Slamet Garut. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan deskriptif kualitatif dalam bentuk studi kasus dengan pendekatan asuhan keperawatan yang melibatkan 2 pasien fraktur. Pengumpulan data dilakukan melalui observasi langsung, wawancara
dengan tenaga keperawatan, dan telaah dokumen rekam medis pasien fraktur. Hasil: Hasil penelitian menunjukkan bahwa tindakan pembidaian yang dilakukan oleh perawat IGD sesuai
dengan SOP tetap, efektif dalam menurunkan skala nyeri, menjaga posisi tulang, dan meminimalkan risiko komplikasi. Pasien menunjukkan peningkatan kenyamanan dan kestabilan
kondisi setelah dilakukan pembidaian. Pada pasien 1 nyeri menurun dari 8 menjadi 6 dan pada pasien II nyeri menurun dari 7 menjadi 5, sehingga masalah teratasi Sebagian. Saran: Perlu dilakukan pelatihan berkala dan evaluasi teknis pembidaian bagi perawat, serta edukasi berkelanjutan kepada pasien dan keluarga mengenai perawatan pasca pembidaian.
Kata kunci: Fraktur, Pembidaian, Nyeri, Asuhan Keperawatan, Instalasi Gawat Darurat
Referensi: 5 Buku (2018–2024), 7 Jurnal, 3 Media
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Uncontrolled Keywords: | Fraktur, Pembidaian, Nyeri, Asuhan Keperawatan, Instalasi Gawat Darurat |
| Subjects: | A Keperawatan > AE Gawat Darurat |
| Divisions: | PSDKU Garut > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | editor psdku garut |
| Date Deposited: | 06 Mar 2026 03:34 |
| Last Modified: | 06 Mar 2026 03:34 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/4049 |
