Hardianti, Ria (2025) Analisis Kajian Administratif dan Farmasetik Resep Rawat Jalan Poli Dokter Spesialis Dalam di Rumah Sakit Bhayangkara Kota Pontianak Periode Oktober-Desember 2024. Diploma thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (152kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (228kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (226kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (223kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (259kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (250kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (224kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (311kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (279kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (691kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (214kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (182kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Kesalahan pengobatan atau medication error merupakan isu serius dalam pelayanan Kesehatan yang dapat membahayakan pasien. Kesalahan dalam pengobatan (medication error) dapat disebabkan oleh kurangnya komunikasi antara apoteker tenaga teknis kefarmasian dan dokter. Dalam alur pelayanan resep, wajib melakukan skrining resep yang meliputi kelengkapan administrasi, kesesuaian farmasetis, dan kesesuaian klinis untuk menjamin legalitas suatu resep dan meminimalkan kesalahan pengobatan, mencegah, dan mengatasi masalah terkait obat. Penelitian dilakukan secara observasional dengan pengambilan data secara retrospektif. dengan mengamati dan mendokumentasikan resep yang ditulis oleh dokter baik dokter spesialis atau dokter umum, lalu menilai kelengkapan resep berdasarkan pada kelengkapan administratif dan farmasetis dengan tanda centang (√) dalam formulir penelitian. Penelitian dilakukan secara deskriptif dengan pengambilan data secara retrospektif. Penelitian terhadap 900 resep rawat jalan di Poli Spesialis Dalam RS Bhayangkara Pontianak periode Oktober–Desember 2024 menunjukkan bahwa masih terdapat ketidaksesuaian dalam penulisan resep, baik secara administrasi maupun farmasetik. Pada aspek administratif, ketidaklengkapan tertinggi terdapat pada paraf dokter (15,44%), ruang/unit asal dokter (5,44%), dan SIP dokter (3,78%). Selain itu, data pasien seperti tinggi badan (100%), jenis kelamin, dan nama pasien (masing-masing 2%) juga masih sering tidak dicantumkan. Ketidaksesuaian ini dapat mempengaruhi validitas dan keamanan terapi. Sementara itu, dari aspek farmasetik, kesalahan ditemukan pada bentuk sediaan (5,33%) dan dosis obat (3,22%). Ketidaksesuaian ini berpotensi menurunkan efektivitas pengobatan. Adapun parameter lain seperti jumlah obat, cara penggunaan, kekuatan sediaan, dan stabilitas menunjukkan hasil yang baik tanpa kesalahan (0%). Berdasarkan penelitian bahwa masih terdapat banyak ditemukan ketidaklengkapan dalam penulisan resep menurut Permenkes RI No. 72 tahun 2016 tentang Standar Pelayanan Kefarmasian di Rumah Sakit yaitu pada aspek administratif pada bagian nama pasien, umur pasien, berat badan, tinggi badan, nama dokter, SIP dokter, paraf dokter, tanggal resep dan ruang/unit. Kemudian pada aspek farmasetik pada bagian bentuk sediaan dan dosis obat.
Kata Kunci: Kesalahan pengamatan, administratif, farmasetik
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BC Farmasi Umum Apoteker |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > D3 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 20:00 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 20:00 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/4012 |
