Aprianti, Iski (2025) Evaluasi Penyimpanan Obat Lasa (Look Alike Sound Alike) Di Instalasi Farmasi Puskesmas X Kabupaten Tasikmalaya. Diploma thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (169kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (132kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (162kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (139kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (283kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (222kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (246kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (343kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (232kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (597kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (247kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (233kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) di Instalasi Farmasi Puskesmas X Kabupaten Tasikmalaya. Obat LASA merupakan obat yang memiliki kemiripan nama dan bentuk, sehingga berisiko tinggi untuk tertukar dan dapat menyebabkan kesalahan dalam pengobatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang meliputi observasi langsung dan wawancara dengan tenaga farmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Puskesmas X secara umum telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 26 Tahun 2020, dengan tingkat kesesuaian keseluruhan mencapai 85,7%. Secara spesifik, tingkat kesesuaian penyimpanan obat LASA mencapai 87,5%, dan tingkat kesesuaian sistem pelayanan obat LASA sebesar 75%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar standar telah diterapkan, masih terdapat ruang untuk perbaikan, khususnya dalam penanganan obat-obat dengan risiko tinggi seperti LASA. Salah satu aspek yang perlu ditingkatkan adalah penerapan metode Tall Man Lettering, yang merupakan teknik penulisan nama obat dengan huruf kapital sebagian untuk membedakan obat-obat yang mirip secara visual atau fonetik. Metode ini belum diterapkan secara konsisten di Puskesmas X, sehingga masih berpotensi menimbulkan kesalahan identifikasi obat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi pengelolaan sistem penyimpanan dan pelayanan obat di Puskesmas, khususnya dalam meningkatkan Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) di Instalasi Farmasi Puskesmas X Kabupaten Tasikmalaya. Obat LASA merupakan obat yang memiliki kemiripan nama dan bentuk, sehingga berisiko tinggi untuk tertukar dan dapat menyebabkan kesalahan dalam pengobatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang meliputi observasi langsung dan wawancara dengan tenaga farmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Puskesmas X secara umum telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 26 Tahun 2020, dengan tingkat kesesuaian keseluruhan mencapai 85,7%. Secara spesifik, tingkat kesesuaian penyimpanan obat LASA mencapai 87,5%, dan tingkat kesesuaian sistem pelayanan obat LASA sebesar 75%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar standar telah diterapkan, masih terdapat ruang untuk perbaikan, khususnya dalam penanganan obat-obat dengan risiko tinggi seperti LASA. Salah satu aspek yang perlu ditingkatkan adalah penerapan metode Tall Man Lettering, yang merupakan teknik penulisan nama obat dengan huruf kapital sebagian untuk membedakan obat-obat yang mirip secara visual atau fonetik. Metode ini belum diterapkan secara konsisten di Puskesmas X, sehingga masih berpotensi menimbulkan kesalahan identifikasi obat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi pengelolaan sistem penyimpanan dan pelayanan obat di Puskesmas, khususnya dalam meningkatkanPenelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi sistem penyimpanan obat LASA (Look Alike Sound Alike) di Instalasi Farmasi Puskesmas X Kabupaten Tasikmalaya. Obat LASA merupakan obat yang memiliki kemiripan nama dan bentuk, sehingga berisiko tinggi untuk tertukar dan dapat menyebabkan kesalahan dalam pengobatan. Metode penelitian yang digunakan adalah deskriptif dengan pendekatan kualitatif, yang meliputi observasi langsung dan wawancara dengan tenaga farmasi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem penyimpanan obat di Instalasi Farmasi Puskesmas X secara umum telah sesuai dengan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia No. 26 Tahun 2020, dengan tingkat kesesuaian keseluruhan mencapai 85,7%. Secara spesifik, tingkat kesesuaian penyimpanan obat LASA mencapai 87,5%, dan tingkat kesesuaian sistem pelayanan obat LASA sebesar 75%. Hal ini menunjukkan bahwa meskipun sebagian besar standar telah diterapkan, masih terdapat ruang untuk perbaikan, khususnya dalam penanganan obat-obat dengan risiko tinggi seperti LASA. Salah satu aspek yang perlu ditingkatkan adalah penerapan metode Tall Man Lettering, yang merupakan teknik penulisan nama obat dengan huruf kapital sebagian untuk membedakan obat-obat yang mirip secara visual atau fonetik. Metode ini belum diterapkan secara konsisten di Puskesmas X, sehingga masih berpotensi menimbulkan kesalahan identifikasi obat. Penelitian ini diharapkan dapat memberikan masukan berharga bagi pengelolaan sistem penyimpanan dan pelayanan obat di Puskesmas, khususnya dalam meningkatkan keselamatan pasien dan mengurangi risiko kesalahan pengobatan akibat tertukarnya obat LASA.
Kata Kunci : Keselamatan pasien, Medication error, Obat LASA
| Item Type: | Thesis (Diploma) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BC Farmasi Umum Apoteker |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > D3 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 08:55 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 08:55 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/4008 |
