Kurniaty, Okty (2025) Gambaran Tingkat Pengetahuan Pasien dan Tenaga Vokasi Farmasi Terhadap Beyond Use Date (BUD) Obat Racikan di Salah Satu Rumah Sakit di Kabupaten Bandung. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (162kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (73kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (83kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (267kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (331kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (151kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (274kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (602kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (28kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (638kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (151kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (268kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Pelayanan kefarmasian yang optimal menuntut pemahaman yang baik dari pasien dan tenaga kefarmasian terhadap aspek keamanan obat, termasuk batas waktu penggunaan obat racikan atau BUD. Pengetahuan yang rendah mengenai BUD dapat meningkatkan risiko penggunaan obat yang tidak aman. Penelitian ini bertujuan menggambarkan tingkat pengetahuan pasien rawat jalan dan TVF terhadap BUD obat racikan di salah satu rumah sakit di Kabupaten Bandung. Studi ini menggunakan pendekatan deskriptif kuantitatif dengan 119 responden, teknik sampling purposive dan acak, serta analisis data melalui kuesioner, wawancara, dan uji Chi-Square. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas pasien memiliki tingkat pengetahuan yang rendah (66,67%), sementara TVF, menunjukkan tingkat pengetahuan yang lebih baik, dengan 55,17% berada pada kategori baik. Faktor usia, jenis kelamin, pendidikan, dan pekerjaan turut memengaruhi tingkat pengetahuan, namun tidak sebagai faktor tunggal. Pasien cenderung kurang memahami BUD meskipun berlatar pendidikan tinggi, sedangkan TVF dengan latar pendidikan D3 dan S1 menunjukkan pemahaman lebih baik namun masih terdapat kesenjangan. Kesimpulannya, dibutuhkan intervensi edukatif yang terstruktur bagi pasien serta pelatihan berkelanjutan bagi tenaga kefarmasian guna memperkuat pemahaman terhadap konsep BUD. Peningkatan pengetahuan ini krusial untuk menjamin keamanan penggunaan obat racikan, mencegah risiko terapi yang tidak efektif, serta mendukung penerapan pelayanan kefarmasian yang berkualitas dan berbasis keselamatan pasien.
Kata kunci: Beyond Use Date (BUD), obat racikan, pengetahuan pasien, tenaga vokasi farmasi, kefarmasian rumah sakit.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BC Farmasi Umum Apoteker |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > D3 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 12 Feb 2026 08:04 |
| Last Modified: | 12 Feb 2026 08:04 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/4002 |
