Nurdiansyah, Wildan (2025) Asuhan Keperawatan pada Pasien Szikofrenia Hebefrenik dengan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Pendengran di Ruang Perkutut Rumah Sakit Jiwa Provinsi Jawa Barat. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (13kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (62kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (53kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (127kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (23kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (13kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (19kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (243kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (17kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (243kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (7kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (125kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (364kB)
Abstract
Latar belakang: Skizofrenia merupakan gangguan mental yang mengganggu fungsi tertentu seperti berpikir, berkomunikasi, menerima, menafsirkan realitas, merasakan dan menunjukkan perubahan prilaku dan emosi. Prevanlensi sekitar 21 juta orang di dunia menderita skizofrenia. Di Indonesia cukup tinggi yang sampai bernilai 1,2 juta individu. Masalah yang sering mucul pada pasien skizofrenia hebefrenik adalah gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran sehingga memerlukan penanganan salah satunya dengan cara terapi bercakap cakap. Tujuan penelitian ini bertujuan untuk menggambarkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien szikofrenia hebefrenik dengan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran di ruang perkutut rumah sakit jiwa provinsi jawa barat. Metode: Metode penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus untuk mengeksplorasi suatu masalah atau fenomena dengan bahasa yang terperinci. Studi kasus ini dilakukan pada 2 orang pasien skizofrenia dengan masalah keperawatan yang sama yaitu gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan selama 3x24 jam dengan terapi bercakap cakap, pada pasien 1 dan 2 masalah keperawatan gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran teratasi pada hari ke 3 dengan hasil pasien mampu membalas sapaan perawat, pasien dapat mengungkapkan perasaannya kepada perawat, klien mampu menguraikan kegiatan yang sudah dilakukannya, klien mampu mengontrol halusinasi dengan bercakap cakap, klien juga mampu menyebutkan cara mengontrol halusinasi dengan tepat dan klien dapat merasakan manfaat mengontrol halusinasi. Diskusi: Setelah dilakukan intervensi dengan cara terapi bercakap cakap terbukti bahwa dapat mengontrol halusinasi pada pasien skizofrenia hebfrenik dengan masalah gangguan persepsi sensori halusinasi pendengaran.
Kata kunci: Gangguan Persepsi sensori Halusinasi Pendengaran, Skizofrenia Hebefrenik, Terapi Bercakap Cakap
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AI Jiwa |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 11 Feb 2026 06:24 |
| Last Modified: | 11 Feb 2026 06:24 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3966 |
