Identifikasi Medication Error Fase E-Prescribing di RSUD Cimacan Tahun 2024

Mariam, Siti (2025) Identifikasi Medication Error Fase E-Prescribing di RSUD Cimacan Tahun 2024. Diploma thesis, Universitas Bhakti Kencana.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf - Published Version

Download (216kB)
[thumbnail of Pengesahan.pdf] Text
Pengesahan.pdf - Published Version

Download (294kB)
[thumbnail of Persetujuan.pdf] Text
Persetujuan.pdf - Published Version

Download (229kB)
[thumbnail of Kata Pengantar.pdf] Text
Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (240kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf] Text
Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (249kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf - Published Version

Download (258kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf - Published Version

Download (227kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf - Published Version

Download (320kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (275kB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (398kB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf - Published Version

Download (262kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (256kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Medication error merupakan kesalahan dalam proses pengobatan yang dapat menyebabkan kerugian dan membahayakan pasien. Salah satu fase yang rentan terhadap kesalahan ini adalah fase e-prescribing, yaitu tahap penginputan resep secara elektronik. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi medication error pada fase e-prescribing di RSUD Cimacan selama tahun 2024. Penelitian dilakukan secara deskriptif kuantitatif menggunakan data sekunder dari 207.010 lembar resep elektronik yang dikumpulkan dari tiga depo farmasi: depo farmasi rawat jalan, depo farmasi rawat inap, dan depo farmasi IGD. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jumlah total kesalahan tertinggi terjadi di depo IGD (2,39%), disusul oleh depo rawat inap (1,64%) dan rawat jalan (1,10%). Jenis kesalahan yang paling sering ditemukan meliputi kesalahan jumlah obat, signa, dosis obat, serta tidak tercantumnya nama dan SIP dokter. Meskipun penggunaan e-prescribing terbukti dapat mengurangi kesalahan administratif dan meningkatkan efisiensi, tetap diperlukan pengawasan ketat dan prosedur verifikasi oleh apoteker guna menjamin keselamatan pasien.

Kata kunci: medication error, e-prescribing, resep elektronik, RSUD Cimacan, keselamatan pasien

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik
Divisions: Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > D3 Farmasi
Depositing User: Pustaka Pustaka Pustakawan
Date Deposited: 11 Feb 2026 05:43
Last Modified: 11 Feb 2026 05:43
URI: https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3961

Actions (login required)

View Item
View Item