Sri Mutia, Rahma (2025) Asuhan Keperawatan pada Pasien Diabetes Mellitus Tipe II dengan Ketidakstabilan Bersihan Jalan Nafas di Ruangan Alamanda Penyakit Dalam RSUD Majalaya. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (24kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (112kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (106kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (90kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (150kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (21kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (99kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (349kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (102kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (443kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (87kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (150kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Diabetes Mellitus Tipe II merupakan penyakit metabolik yang dikarakteristikan dengan hiperglikemia. Diabetes Mellitus tipe II menjadi diabetes mellitus yang paling umum terhitung sekitar 90% dari semua kasus diabetes yang menyebabkan kerusakan mata, ginjal, penyakit jantung, hingga menyebabkan ganggren, sehingga diperlukan asuhan keperawatan holistik dan fokus pada intervensi managemen hiperglikemia untuk mengoptimalkan kondisi pasien. Tujuan: Menggambarkan asuhan keperawatan secara menyuluh pada pasien Diabetes Mellitus Tipe II dengan ketidakstabilan kadar glukosa darah di ruang alamanda RSUD Majalaya. Metode: Penelitian ini menggunakan pendekatan studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, Intervensi, implementasi dan evaluasi. Hasil: Setelah dilakukan Intervensi Managemen Hiperglikemia dan non farmakologis pemberian Relaksasi Otot Progresif (ROP) Pasien 1 mengalami penurunan GDS nilai 309 mg/dL. menjadi 210 mg/dL, dengan keluhan lelah berkurang, namun belum mencapai batas normal, sehingga kondisi dinyatakan teratasi sebagian. Sementara pasien 2 menunjukkan hasil lebih optimal, dengan penurunan nilai GDS dari 223 mg/dl. menjadi 136 mg/dL. dan peningkatan kenyamanan, sehingga dinyatakan teratasi. Kesimpulan: Intervensi relaksasi otot progresif (ROP) mampu membantu menurunkan kadar glukosa darah secara signifikan. Saran Penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar pengembangan intervensi keperawatan ketidakstabilan kadar glukosa darah.
Kata kunci : Asuhan Keperawatan, Diabetes Mellitus Tipe II, Ketidakstabilan Glukosa Darah, Relaksasi Otot Progresif.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AB Medikal Bedah |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 09 Feb 2026 08:27 |
| Last Modified: | 09 Feb 2026 08:27 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3909 |
