Latifah, Eka (2025) Asuhan Keperawatan pada Anak Bronkopneumonia dengan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di Ruang Alamanda RSUD Majalaya. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (93kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (238kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (246kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (94kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (138kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (151kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (151kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (474kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (161kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (478kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (94kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (158kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (4MB)
Abstract
Latar Belakang Bronkopneumonia merupakan infeksi saluran pernapasan yang umumnya menyeranganak-anak dibawah 5 tahun. Berdasarkan kemenkes RI bronkopneumonia di Indonesia Pada tahun 2018mencapai 19.000 jiwa dan secara nasional bronkopneumonia mencapai 3,55%. Di Jawa Barat sebanyak4,62% anak mengalami bonkopneumonia. Pada tahun 2024, bronkopneumonia menduduki peringkatpertama sebagai kasus rawat inap terbanyak, dengan total 459 anak mengalami bronkopneumonia diRSUD Majalaya. Kondisi ini ditandai dengan produksi sekret berlebih yang dapat menyebabkanbersihan jalan napas tidak efektif. Tujuan penelitian ini untuk menggambarkan asuhan keperawatan pada anak bronkopneumonia dengan bersihan jalan napas tidak efektif di Ruang Alamanda RSUD Majalaya. Metode yang digunakan adalah studi kasus pada pasien bronkopneumonia denganpendekatan proses keperawatan meliputi pengkajian, diagnosa, perencanaan, dan evaluasi. Subjek penelitian yang digunakan adalah dua pasien anak dengan diagnosa medis yang sama yaitu bronkpneumonia. Hasil pengkajian menunjukan pada kedua pasien menunjukan adanya secret pada bronkus, adanya batuk, adanya suara pernapasan ronchi. Masalah keperawatan yang ditemukan pada kedua pasien yaitu bersihan jalan napas, diare, defisit pengetahuan, gangguan pola tidur. Intervensi utama yang digunakan adalah terapi inhalasi sederhana dengan minyak kayu putih dua kali sehari selama 5-10 menit. Hasil menunjukkan adanya perubahan bersihan jalan napas pada kedua pasien, pada pasien 1 (An.H) tidak terdengar suara pernapasan ronchi pada hari ke-2 sedangkan pada pasien 2 (An.A) tidak terdengar suara pernapasan ronchi pada hari ke-3. Diskusi terapi inhalasi uap sederhana efektif sebagai intervensi non-farmakologis dalam meningkatkan efektivitas bersihan jalan napas pada pasien anak dengan bronkopneumonia. Intervensi ini dapat diterapkan secara rutin dalam praktik keperawatan.
Kata Kunci: Asuhan_Keperawatan; Bersihan_Jalan_Napas_Tidak_Efektif ; Bronkopneumonia
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AF Anak |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 06:51 |
| Last Modified: | 06 Feb 2026 06:51 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3883 |
