Yulinda Sudrajat, Sinta (2025) Asuhan Keperawatan Jiwa pada Pasien Schizofrenia: Schizoaffective dengan Gangguan Persepsi Sensori Halusinasi Pendengaran di Ruang Perkutut RS Jiwa Provinsi Jawa Barat. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (326kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (298kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (320kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (371kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (521kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (460kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (386kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (662kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (394kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (675kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (269kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (382kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (2MB)
Abstract
Latar Belakang: Kesehatan jiwa merupakan aspek penting dalam kesejahteraan manusia. Skizofrenia adalah salah satu gangguan jiwa berat yang ditandai dengan halusinasi, delusi, serta gangguan dalam berpikir, emosi, dan perilaku. WHO mencatat sekitar 24 juta kasus skizofrenia secara global, dengan prevalensi tinggi di Indonesia, khususnya di Jawa Barat. Salah satu gejala yang paling umum ditemukan adalah halusinasi pendengaran, terutama pada pasien di Ruang Perkutut RS Jiwa Provinsi Jawa Barat. Penanganan terhadap kondisi ini memerlukan peran aktif perawat jiwa melalui intervensi terapeutik seperti terapi aktivitas kelompok dan terapi musik klasik, seperti karya Mozart, yang dikenal memiliki efek menenangkan. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan asuhan keperawatan jiwa pada pasien skizofrenia tipe schizoaffective dengan masalah keperawatan gangguan persepsi sensori: halusinasi pendengaran. Metode: Penelitian menggunakan pendekatan studi kasus pada dua pasien. Data dikumpulkan melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi selama empat hari, termasuk tiga sesi terapi musik klasik. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan, kedua klien menunjukkan penurunan intensitas halusinasi. Terapi musik klasik terbukti membantu klien mengalihkan perhatian dari suara halusinasi dan meningkatkan ketenangan. Kesimpulan: Terapi musik klasik efektif sebagai intervensi nonfarmakologis dalam mengatasi halusinasi pendengaran. Namun, respons setiap klien dapat bervariasi, sehingga perawat harus memberikan pendekatan yang komprehensif dan individual.
Kata Kunci: Halusinasi, Skizofrenia, Terapi musik klasik
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AI Jiwa |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 06:31 |
| Last Modified: | 06 Feb 2026 06:31 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3880 |
