Delfiani Fadillah, Dhila (2025) Asuhan Keperawatan pada Anak Bronkopneumonia dengan Bersihan Jalan Nafas Tidak Efektif di Ruang Alamanda Anak RSUD Majalaya. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (137kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (339kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (516kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (147kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (245kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (206kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (230kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (433kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (276kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (418kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (150kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (193kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (4MB)
Abstract
Bronkopneumonia pada anak sering menyebabkan bersihan jalan napas tidak efektif akibat penumpukan sekret, ditandai batuk, napas cepat, dan suara napas tambahan. Fisioterapi dada dengan teknik Clapping efektif untuk pengeluaran sekret dan peningkatan pertukaran gas, dapat dilakukan 2 kali sehari (8-12 jam), idealnya pagi sebelum makan dan 45 menit sesudah makan, serta malam/sore hari. Penelitian ini bertujuan menggambarkan asuhan keperawatan anak bronkopneumonia dengan masalah bersihan jalan napas tidak efektif. Metode: Studi kasus deskriptif dilakukan pada dua pasien anak bronkopneumonia di Ruangan Alamanda Anak RSUD Majalaya. Data dikumpulkan melalui observasi, wawancara, dan dokumentasi rekam medis. Hasil: Setelah dilakukan asuhan keperawatan dengan memberikan intervensi keperawatan, masalah keperawatan bersihan jalan nafas pada kasus 1 dan 2 teratasi. Pada hari ke-3, pasien 1 (An. M) menunjukkan tidak ada sesak napas banyak dahak keluar, frekuensi napas 27x/menit, SpO2 99%, dan ronki negatif. Sementara itu, pasien 2 (An. A) juga menunjukkan tidak ada sesak napas, batuk berdahak jarang, frekuensi napas 32x/menit, SpO2 97%, dan ronki negatif. Intervensi seperti fisioterapi dada, nebulizer, hidrasi adekuat, dan posisi semi-Fowler efektif mengurangi batuk dan suara napas tambahan. Diskusi: Respons pasien dengan masalah keperawatan bersihan jalan napas selalu bervariasi, dipengaruhi kondisi awal dan keparahan bronkopneumonia, sehingga asuhan komprehensif dan individual diperlukan. Asuhan keperawatan yang tepat meningkatkan bersihan jalan napas pada anak bronkopneumonia, meskipun respons individual berbeda-beda dan harus diperhatikan.
Kata Kunci: Bersihan Jalan Napas Tidak Efektif, Bronkopneumonia, Fisioterapi dada Clapping
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AF Anak |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > D3 Keperawatan |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 06 Feb 2026 02:35 |
| Last Modified: | 06 Feb 2026 02:35 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3852 |
