Cindyani Li Kondo, Melinda (2025) Aktivitas Antibakteri Ekstrak Etanol Daun Beluntas (Pluchea indica L.) Terhadap Bakteri Penyebab Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA). Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (173kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (265kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (260kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (238kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (290kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (221kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (227kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (390kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (439kB)
Bab 4.pdf - Accepted Version
Restricted to Repository staff only
Download (391kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (202kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (209kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (3MB)
Abstract
Infeksi saluran pernapasan akut (ISPA) merupakan salah satu masalah kesehatan yang menyebabkan tingginya angka kesakitan dan kematian di dunia. Salah satu pengobatan ISPA dengan menggunakan antibiotik untuk infeksi yang disebabkan oleh bakteri. Namun, penggunaan yang tidak tepat menyebabkan meningkatnya masalah resistensi antibiotik, sehingga diperlukan alternatif pengobatan dengan bahan alami yang mengandung senyawa antibakteri. Tanaman daun beluntas (Pluchea indica L.) merupakan tanaman yang memiliki sifat antibakteri karena mengandung senyawa aktif seperti alkaloid, flavonoid, saponin, tanin, kuinon dan triterpenoid. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui aktivitas antibakteri ekstrak etanol daun beluntas terhadap bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, dan Staphylococcus epirdemidis dengan menggunakan metode difusi cakram kertas, uji Konsentrasi Hambat Minimum (KHM), uji Konsentrasi Bunuh Minimum (KBM) dan mengamati morfologi sel bakteri menggunakan Scanning Electron Microscopy (SEM). Hasil penelitian menunjukkan ekstrak etanol daun beluntas memiliki aktivitas antibakteri yang ditandai dengan terbentuknya zona hambat pada bakteri Staphylococcus aureus, Streptococcus pyogenes, dan Staphylococcus epirdemidis. Nilai KHM ekstrak etanol daun beluntas terhadap taphylococcus aureus dan Streptococcus pyogenes memiliki nilai yang sama sebesar 128 μg/mL dan nilai KBM sebesar 256 μg/mL sedangkan terhadap Staphylococcus epirdemidis KHM sebesar 64 μg/mL dan KBM sebesar 128 μg/mL. Analisis SEM dengan pemberian ekstrak daun beluntas (Pluchea indica L.) mempengaruhi morfologi bakteri Staphylococcus epirdemidis karena terjadi lisis, penyusutan dan permukaan sel yang tidak rata. Disimpulkan bahwa ektrak etanol daun beluntas berpotensi sebagai antibakteri alami terhadap bakteri penyebab ISPA.
Kata kunci: Antibakteri, ISPA, Pluchea indica L., SEM, Zona hambat
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 05 Feb 2026 04:06 |
| Last Modified: | 05 Feb 2026 04:06 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3817 |
