Epiana, Via (2022) Uji Aktivitas Antibakteri Kombinasi Ekstrak Herba Bandotan(Ageratum conyzoides, L) dan Herba Sambung Nyawa(Gynura procumbens) Terhadap Bakteri Penyebab ISPA ( MRSA). Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (265kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (234kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (346kB)
Daftar isi.pdf - Published Version
Download (277kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (232kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (362kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (453kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (228kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (411kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (602kB)
Bab 6.pdf - Published Version
Download (226kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (475kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Penyakit infeksi merupakan salah satu penyakit yang disebabkan oleh jamur, bakteri, dan juga Virus. Salah satunya yaitu bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus aureus (MRSA) yang merupakan bakteri Staphylococcus aureus yang telah resisten terhadap metisilin. Prevalensi MRSA diseluruh rumah sakit di Indonesia pada tahun 2018 mencapai 21% kasus. Beberapa tahun belakangan ini banyak penelitian untuk menemukan antibakteri alami yang bersumber dari tumbuhan. Tumbuhan asli Indonesia yang memiliki aktivitas antibakteri salah satunya yaitu sambung nyawa dan bandotan yang telah terbukti memiliki aktivitas sebagai antibakteri.
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh kombinasi ekstrak herba sambung nyawa dan bandotan sebagai antibakteri terhadap bakteri Methicillin Resistant Staphylococcus
aureus. Penelitian ini bersifat eksperimental dengan perhitungan sederhana dengan mencari nilai zona hambat dan nilai fraksi konsentrasi inhibisi dalam menentukan mekanisme interaksi dari kombinasi ekstrak sambung nyawa dan bandotan. Hasil pengujian menunjukan bahwa ekstrak tunggal bandotan dan sambung nyawa dengan konsentrasi 10% memiliki nilai zona
hambat berturut turut 7,43 mm dan 7,35 mm. sedangkan hasil pengujian ekstrak kombinasi konsentrasi 0,625% menunjukan nilai zona hambat yaitu 7,3 mm. Hasil menunjukan bahwa
kombinasi ekstrak memiliki efek sinergis dengan nilai FKI 0,125 dan kombinasi ekstrak bandotan dan vankomisin mempunyai efek sinergis dengan nilai FKI 0,1249 yaitu (<1).
Kata kunci: Ageratum Resistant Staphylococcus aureus
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 04 Feb 2026 06:53 |
| Last Modified: | 04 Feb 2026 06:53 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3790 |
