Agustina, Anisa (2025) Analisis Asuhan Keperawatan pada Pasien Tn. A dengan Mild Head Injury dan Intervensi Head Up 30 Derajat di Ruang Umar Bin Khattab II RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (197kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (87kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (70kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (217kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (246kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (242kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (252kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (495kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (482kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (292kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (238kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (210kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (420kB)
Abstract
Di seluruh dunia, dan khususnya di Indonesia, cedera kepala merupakan penyebab utama kematian dan kecacatan. TIK yang meningkat yang memengaruhi perfusi otak merupakan konsekuensi yang umum. Salah satu metode yang terbukti untuk mengurangi TIK adalah intervensi postur Head-Up 30°, yang bekerja dengan meningkatkan aliran darah kembali ke vena otak. Untuk mengurangi kemungkinan perfusi serebral yang tidak efisien, artikel ilmiah ini tujuannya untuk mengkaji asuhan keperawatan Tn. A, yang merasakan cedera kepala ringan dan ditempatkan dalam postur Head-Up 30°. Pasien yang dirawat di Bangsal Umar bin Khattab II, Rumah Sakit Umum Welas Asih, untuk Cedera Kepala Ringan pasca kraniotomi menjadi subjek studi kasus menggunakan prosedur asuhan keperawatan. Keadaan kesadaran dan tanda-tanda vital yang diukur dengan Glasgow Coma Scale (GCS) (tekanan darah, denyut nadi, pernapasan, dan saturasi oksigen) digunakan untuk menentukan risiko perfusi serebral yang tidak efisien. Sejumlah indikator vital membaik, termasuk denyut nadi stabil, saturasi oksigen meningkat, pernapasan stabil, serta suhu inti dan tekanan darah yang normal. Dengan skor GCS 15, kesadaran pasien tetap ideal dari perspektif neurologis. Kesimpulan: postur Head-Up 30° mudah diterapkan, meningkatkan kenyamanan pasien, dan mengurangi risiko inefisiensi perfusi serebral. Sebagai bagian dari perawatan keperawatan rutin, teknik ini bisa disarankan bagi pasien yang pernah merasakan cedera otak.
Kata kunci: cedera kepala, Head Up 30°, perfusi serebral, tekanan intrakranial
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AB Medikal Bedah |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > Profesi Ners |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 03 Feb 2026 07:21 |
| Last Modified: | 03 Feb 2026 07:21 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3775 |
