Ayu Lestari, Srinanda (2025) Analisis Asuhan Keperawatan pada Ny. O dengan Gangguan Mobilitas Fisik pada Kasus Stroke Hemoragik dalam Pemberian Intervensi ROM Pasif Diruang Umar Bin Khattab 3 RSUD Welas Asih Provinsi Jawa Barat. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (26kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (84kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (73kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (88kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (359kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (12kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (105kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (455kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (300kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (266kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (91kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (153kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Gangguan mobilitas fisik merupakan salah satu masalah utama yang muncul pada pasien stroke hemoragik, akibat kelemahan otot dan penurunan kemampuan gerak. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dapat menimbulkan komplikasi berupa kontraktur, kekakuan sendi, dan atrofi otot. Oleh karena itu, intervensi yang difokuskan dalam penelitian ini adalah pemberian latihan Range of Motion (ROM) pasif, sebagai upaya mempertahankan fleksibilitas sendi, meningkatkan sirkulasi, dan memperbaiki kekuatan otot. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis asuhan keperawatan pada Ny. O dengan gangguan mobilitas fisik akibat stroke hemoragik, khususnya pada ekstremitas kiri. Metode yang digunakan adalah studi kasus dengan pendekatan proses keperawatan (pengkajian, diagnosis, perencanaan, implementasi, dan evaluasi). Intervensi ROM pasif dilakukan selama tiga hari berturut-turut, dua kali sehari, masing-masing ±15 menit. Pengukuran kekuatan otot dilakukan menggunakan Manual Muscle Testing (MMT). Hasil menunjukkan adanya peningkatan kekuatan otot ekstremitas kiri dari skala 3 menjadi skala 4, penurunan kekakuan, serta meningkatnya kenyamanan pasien. Hal ini membuktikan bahwa ROM pasif efektif untuk meningkatkan kekuatan otot dan mempertahankan mobilitas fisik pada pasien stroke hemoragik. Simpulan dari penelitian ini adalah bahwa pemberian ROM pasif dapat menjadi intervensi keperawatan nonfarmakologis yang sederhana, aman, dan bermanfaat, serta dapat dilanjutkan oleh keluarga di rumah. Rekomendasi ditujukan kepada perawat agar mengintegrasikan ROM pasif dalam asuhan rutin, serta memberikan edukasi kepada keluarga untuk menjaga keberlanjutan terapi.
Kata kunci : stroke hemoragik, gangguan mobilitas fisik, Range of Motion pasif, Manual Muscle Testing.
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | A Keperawatan > AB Medikal Bedah |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > Profesi Ners |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 03:39 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 03:39 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3741 |
