Apriansyah, Randi (2022) Aktivitas Antibakteri Ekoenzim dari Berbagi Macam Kulit Buah Terhadap Bakteri Staphylococcus aureus dan Pseudomonas Aeruginosa. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (35kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (237kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (137kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (376kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (247kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (470kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (2MB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (133kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (534kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (1MB)
Bab 6.pdf - Published Version
Download (93kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (643kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (445kB)
Abstract
Ekoenzim merupakan proses fermentasi dari limbah organik berupa kulit buah dan sayuran yang di campur dengan air dan molase. Kulit buah yang digunakan yaitu kulit pisang, semangka, belimbing, jeruk lemon dan nanas. Fermentasi membutuhkan waktu 3 bulan untuk menghasilkan cairan yang berwarna coklat tua serta berbau asam yang dihasilkan dari jeruk dan diduga mempunyai aktivitas antibakteri. Ekoenzim menghasilkan alkohol, asam asetat dan enzim. Penelitian ini bertujuan untuk menentukan aktivitas antibakterii ekoenzim terhadap Pseudomonas Aeruginosa dan Staphylococcus aureus penyebab penyakit kulit metode yang digunakan yaitu mikrodilusi dengan antibiotik tetrasiklin sebagai pembanding positif dan ekoenzim sebagai kontrol negatif. Selanjutnya menentukan konsentrasi hamba minimum (KHM) serta cawan gores untuk konsentrasi bunuh minuman (KBM). Hasil yang diperoleh dari penelitian ini didapatkan produk ekoenzim dari kombinasi kulit buah yang memiliki warna coklat tua dan aroma yang masam. Hasil pengujian bahwa ekoenzim bersifat bakteriostatiok pada Pseudomonas Aeruginosa dan Staphylococcus aureus dengan konsentrasi hambat minuman (KHM) menunjukan pada 80% dan 90%. Dari hasil uji antibakteri menunjukan bahwa memiliki sifat antibakteri lemah.
Kata Kunci: ekoenzim, antibakteri, limbah buah, molase, Pseudomonas Aeruginosa, Staphylococcus aureus, penyakit kulit
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BB Teknologi Farmasetika Teknologi Farmasi |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 02 Feb 2026 04:11 |
| Last Modified: | 02 Feb 2026 04:11 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3740 |
