Rosilopya, Salsha (2022) Aktivitas Antidislipidemia Ekstrak Herba Bandotan (Ageratum conyzoides), Sambung Nyawa (Gynura procumbens), dan Kombinasinya Pada Tikus Diabetes yang Diinduksi Aloksan. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (92kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (82kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (125kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (162kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (124kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (138kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (287kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (175kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (219kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (224kB)
Bab 6.pdf - Published Version
Download (56kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (223kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (1MB)
Abstract
Diabetes melitus adalah kelainan yang ditandai dengan kondisi hiperglikemik, gangguan metabolisme karbohidrat, lemak, serta protein yang diakibatkan karena resistensi atau defisiensi insulin. Kondisi ini dapat menyebabkan masalah kesehatan lain seperti dislipidemia. Dislipidemia merupakan kelainan metabolisme lipid yang ditandai dengan peningkatan kadar trigliserida (TG), kolesterol total (KT), LDL-C (Low Density Lipoprotein Cholesterol), dan penurunan HDL-C (High Density Lipoprotein Cholesterol). Salah satu bahan alam yang
berpotensi sebagai antidiabetes dan antidislipidemia adalah herba bandotan (Ageratum conyzoides) dan sambung nyawa (Gynura procumbens). Penelitian ini bertujuan untuk
mengetahui aktivitas ekstrak etanol 95% herba bandotan, sambung nyawa, dan kombinasi kedua ekstrak dalam mengatasi dislipidemia pada tikus diabetes yang diinduksi aloksan.
Sebanyak 24 ekor tikus dibagi menjadi 6 kelompok, yaitu kontrol negatif (normal), kontrol positif (diabetes), pembanding metformin dosis 45 mg/kgBB, kelompok sambung nyawa dosis 500 mg/kgBB, kelompok bandotan dosis 500 mg/kgBB, dan kelompok kombinasi kedua ekstrak dengan perbandingan ½ : ½. Induksi dengan aloksan dilakukan secara intraperitoneal dengan dosis 150 mg/kgBB. Hasil penelitian setelah 14 hari menunjukan bahwa ekstrak sambung nyawa, dan bandotan memiliki aktivitas antidislipidemia pada tikus diabetes dengan menurunkan kadar TG, KT, dan LDL-C, tetapi peningkatan kolesterol HDLnya tidak signifikan secara statistik. Ekstrak kombinasi memiliki aktivitas penurunan KT, LDL-C, serta peningakatan HDL-C yang sebanding dengan ekstrak tunggalnya, sedangkan untuk penurunan TG, aktivitasnya tidak lebih baik dari ekstrak tunggal sambung nyawa maupun ekstrak tunggal bandotan.
Kata kunci: Aloksan, antidislipidemia, bandotan, diabetes, sambung nyawa
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 30 Jan 2026 07:47 |
| Last Modified: | 30 Jan 2026 07:47 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3713 |
