Uji Toksisitat Akut Kombinasi Ekstrak Daun Binahong dan Sambung Nyawa Pada Tikus

Taopik, Muhammad (2025) Uji Toksisitat Akut Kombinasi Ekstrak Daun Binahong dan Sambung Nyawa Pada Tikus. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf - Published Version

Download (139kB)
[thumbnail of Pengesahan.pdf] Text
Pengesahan.pdf - Published Version

Download (144kB)
[thumbnail of Persetujuan.pdf] Text
Persetujuan.pdf - Published Version

Download (149kB)
[thumbnail of Kata Pengantar.pdf] Text
Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (150kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf] Text
Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (318kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf - Published Version

Download (187kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf - Published Version

Download (233kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf - Published Version

Download (293kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (249kB)
[thumbnail of bab 4.pdf] Text
bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (419kB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf - Published Version

Download (161kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (213kB)
[thumbnail of Pengesahan.pdf] Text
Pengesahan.pdf - Published Version

Download (144kB)

Abstract

strak kombinasi daun binahong dan sambung nyawa dilakukan evaluasi toksisitas akut sebagai langkah awal dalam penilaian keamanan penggunaanya secara tradisional. Secara empiris banyak digunakan untuk pengobatan antidiabetes, asam urat, dan digunakan untuk diabetes melitus. Kandungan flavonoid yang terdapat pada tanaman menjadi salah satu senyawa bioaktif yang banyak digunakan untuk pengurangan resistensi insulin melalui jalur antioksidan dan peningkatan sensitivitas insulin. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui nilai LD50, indeks organ hati, jantung, ginjal, limpa, paru-paru serta efek toksisitas ekstrak etanol kombinasi daun binahong dan sambung nyawa pada hewan tikus betina putih galur Wistar. Kemudian uji toksisitas akut dilakukan berdasarkan pedoman OECD 420 (Fixed Dose Procedure) dibagi dalam 5 kelompok (Kelompok kontrol, kelompok dosis 5 mg/Kg BB, kelompok dosis 50 mg/Kg BB, kelompok dosis 300 mg/kgBB dan kelompok dosis 2000 mg/Kg BB) dengan pengamatan selama 14 hari setelah pemberian dosis kombinasi ekstrak daun binahong dan sambung nyawa terhadap tikus putih betina galur Wistar. Parameter yang diamati meliputi nilai LD50, perubahan perilaku, mortalitas, bobot badan, % indeks organ tikus seperti hati, jantung, limpa, paru-paru, dan ginjal. Hasil uji LD50 menunjukkan bahwa pemberian ekstrak etanol kombinasi daun binahong dan sambung nyawa lebih dari dosis 2000 mg/ KgBB, dan tidak ditemukan perubahan perilaku seperti penurunan aktivitas motorik, reflex pineal dan kornea, katalepsi, sikap tubuh, menggantung, retablisme, fleksi dan hafner, grooming, defekasi dan urinasi serta pernafasan. Tidak terdapat perubahansignifikan pada bobot badan, dan % indeks organ. Berdasarkan klasifikasi uji toksisitas akut menurut OECD 420, ekstrak kombinasi daun binahong dan sambung nyawa dikategorikan dalam kelompok 5 (toksiksitas sedang/ringan) dengan nilai LD50 diperkirakan lebih dari
2000 mg/Kg BB.

Kunci kata: Binahong,sambung nyawa,uji toksisitas akut, fixed dose procedure LD50

Item Type: Thesis (Other)
Subjects: B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik
Divisions: Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi
Depositing User: Pustaka Pustaka Pustakawan
Date Deposited: 28 Jan 2026 08:16
Last Modified: 28 Jan 2026 08:16
URI: https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3664

Actions (login required)

View Item
View Item