Fajriati, Rika Julian Nur (2022) Analisis Efektivitas Biaya Penggunaan Antibiotik Seftriaksom dan Sefotaksim pada Pasien Anak Demam Tifoid di RSUD Palabuhan Ratu Kabupaten Sukabumi. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (53kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (55kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (80kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (78kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (11kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (88kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (217kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (14kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (68kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (255kB)
Bab 6.pdf - Published Version
Download (15kB)
Daftar Pusataka.pdf - Published Version
Download (159kB)
lampiran.pdf - Published Version
Download (785kB)
Abstract
Demam tifoid merupakan salah satu masalah kesehatan yang terjadi pada daerah endemik seperti Indonesia dengan 90% kasus masih menjadi topik yang banyak diperbincangkan
karena mengancam kesehatan masyarakat. Antibiotik sefalosporin generasi ketiga seperti seftriakson dan sefotaksim merupakan antibiotik yang digunakan untuk terapi demam tifoid. Cost Effectiveness Analysis merupakan studi farmakoekonomi untuk melihat perbandingan efektivitas terapi dengan biaya dari beberapa altenatif kesehatan. Tujuan
dari penelitian ini untuk mengetahui nilai costeffectiveness dari penggunaan antibiotik seftriakson dan sefotaksim pada pasien anak demam tifoid di RSUD Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi. Penelitian ini menggunakan metode deskriptif yang bersifat observasional. Pengambilan data secara retrospektif menggunakan data sekunder, meliputi data rekam medis dan data total biaya pengobatan pada pasien BPJS periode
Januari - Desember 2021 dengan diagnosis demam tifoid yang ada di Instalasi Rawat Inap RSUD Palabuhanratu Kabupaten Sukabumi yang memenuhi kriteria inklusi. Nilai ACER
dari antibiotik seftriakson Rp. 724.856,09/hari waktu bebas demam dan antibiotik sefotaksim Rp. 1.040.655,46/ hari waktu bebas demam. Nilai ICER yang didapatkan Rp.3.061.771,42/hari waktu bebas demam. Kesimpulan dari penelitian ini adalah untuk mendapatkan efektivitas yang lebih baik perlu dilakukan penggantian obat dari seftriakson menjadi sefotaksim dengan biaya tambahan sebesarRp.3.061.771,42/hari
waktu bebas demam.
Kata Kunci: Analisis Efektivitas Biaya, Seftriakson, Sefotaksim, Demam Tifoid,
Farmakoekonomi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BC Farmasi Umum Apoteker |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 02:14 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 02:14 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3573 |
