Hermaniati, Dwiana (2025) Evaluasi Penggunaan Obat Antibiotik Dengan Metode Gyssens dan Hubungannya Dengan Outcome Terapi Pasien Bronkopneumonia Anak Rawat Inap RSUD Kota Bandung. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (34kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (78kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (82kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (97kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (81kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (159kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (107kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (247kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (177kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (223kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (29kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (187kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (631kB)
Abstract
Bronkopneumonia merupakan infeksi atau peradangan yang terjadi pada bronkus dan alveolus terutama disebabkan oleh bakteri tetapi virus, jamur, atau benda asing juga dapat menjadi penyebab. Pilihan terapi utama pada pasien bronkopneumonia adalah antibiotik. Penggunaan antibiotik memerlukan perhatian khusus dan evaluasi penggunaan antibiotik menjadi indikator pengendalian resistensi yang diharapkan dapat meningkatkan outcome terapi dan mengendalikan resistensi antimikroba. Tujuan dari penelitian ini adalah menilai evaluasi penggunaan obat antibiotik dengan metode Gyssens dan mengetahui hubungannya dengan outcome terapi pasien. Penelitian ini merupakan penelitian observasional dengan rancangan cross-sectional yang menggunakan analisis deskriptif analitik. Pengambilan data dilakukan secara retrospektif melalui rekam medis pasien bronkopneumonia anak di ruang rawat inap RSUD Kota Bandung periode Januari - Desember Tahun 2024. Hasil penelitian menunjukkan terdapat 187 kasus (83,5%) penggunaan antibiotik
rasional (kategori 0), sedangkan penggunaan antibiotik tidak rasional terdapat 37 kasus (16,5%) yang terdiri dari 4 kasus (1,8%) pemberian antibiotik terlalu singkat (kategori IIIB), 25 kasus (11,2%) tidak tepat dosis pemberian antibiotik (kategori IIA), 4 kasus (1,8%) tidak tepat interval pemberian antibiotik (kategori IIB), dan 4kasus (1,8%) tidak tepat waktu pemberian antibiotik (kategori I). Hasil analisis dengan uji fisher’s exact test untuk melihat hubungan rasionalitas antibiotik dengan outcome terapi menunjukkan hasil terdapat hubungan yang signifikan antara rasionalitas penggunaan obat antibiotik berdasarkan metode Gyssens dengan outcome terapi pasien bronkopneumonia anak rawat inap RSUD Kota Bandung dengan nilai p-value= 0,015 (p<0,05), yang berarti rasionalitas penggunaan antibiotik berperan penting dalam meningkatkan keberhasilan terapi, dimana semakin rasional penggunaan antibiotik, maka semakin membaik pula outcome terapi yang dicapai pasien.
Kata kunci: Antibiotik, bronkopneumonia, metode Gyssens, outcome terapi,
rasionalitas
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BE Farmakologi dan Farmasi Klinik |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 27 Jan 2026 01:10 |
| Last Modified: | 27 Jan 2026 01:10 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3559 |
