Nur Halizah, : Arin (2025) Studi Formulasi dan Karakterisasi Nanosuspensi Tretinoin Menggunakan Cremophor Rh 40 dan Plantacare serta Polimer sebagai Agen Penstabil. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (131kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (145kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (137kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (141kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (311kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (238kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (239kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (239kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (450kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (301kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (449kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (158kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (229kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Download (545kB)
Abstract
Acne vulgaris merupakan kelainan kulit kronis yang disebabkan oleh peradangan pada unit pilosebasea, dengan prevalensi tinggi di kalangan remaja. Tretinoin digunakm sebagai terapi topikal lini pertama, namun memiliki keterbatasan berupa kelarutan sangat rendah dalam air, bioavailabilitas rendah, dan LogP tinggi (6,3), serta rentan terdegradasi oleh cahaya dan oksigen. Untuk mengatasi hal tersebut, dikembangkan sistem nanosuspensi guna meningkatkan stabilitas dan efektivitas tretinoin. Penelitian ini bertujuan untuk memformulasikan dan mengkarakterisasi nanosuspensi tretinoin menggunakan metode sonopresipitasi dengan kombinasi surfaktan Cremophor RH 40 dan Plantacare, serta polimer HPMC dan PVP sebagai penstabil. Uji pendahuluan mencakup karakterisasi bahan tunggal dan campuranmenggunakan Fourier Transform Infrared (FTIR), X-Ray Diffraction (XRD), Differential Scanning Calorimetry (DSC), dan uji kelarutan tretinoin dalam air serta surfaktan. Optimasi formula dilakukan menggunakan perangkat lunak Design Expert. Pembuatan nanosuspensi dilakukan dengan melarutkan tretinoin dalam DMSO (fase organik) yang ditambahkan ke dalam fase air dan disonikasi pada frekuensi 70 kHz. Karakterisasi nanosuspensi meliputi pengukuran ukuran partikel, indeks polidispersitas (PDI), zeta potensial, efisiensi penjerapan (EE%), dan morfologi menggunakan Transmission Electron Microscopy (TEM). Hasil menunjukkan formula nanosuspensi tretinoin memiliki karakteristik yang sesuai dengan ukuran partikel <1000 nm, PDI <0,5, zeta potensial >-20 mV, EE% >80 %, serta morfologi sferis dan homogen. Nanosuspensi tretinoin yang dihasilkan menunjukkan potensi sebagai sistem penghantaran topikal yang efektif dan stabil untuk terapi acne vulgaris.
Kata kunci: Acne vulgaris, Tretinoin, Nanosuspensi, Karakterisasi
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BB Teknologi Farmasetika Teknologi Farmasi |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 26 Jan 2026 01:02 |
| Last Modified: | 26 Jan 2026 01:02 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3504 |
