Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan

Alpin, Pipin (2020) Faktor-Faktor yang Berhubungan dengan Kejadian Stunting pada Balita Usia 24-59 Bulan. Diploma thesis, Universitas Bhakti Kencana.

[thumbnail of Cover.pdf] Text
Cover.pdf - Published Version

Download (266kB)
[thumbnail of Halaman Persetujuan.pdf] Text
Halaman Persetujuan.pdf - Published Version

Download (244kB)
[thumbnail of Halaman Pengesahan.pdf] Text
Halaman Pengesahan.pdf - Published Version

Download (320kB)
[thumbnail of Pernyataan.pdf] Text
Pernyataan.pdf - Published Version

Download (518kB)
[thumbnail of Kata Pengantar.pdf] Text
Kata Pengantar.pdf - Published Version

Download (268kB)
[thumbnail of Daftar Isi.pdf] Text
Daftar Isi.pdf - Published Version

Download (276kB)
[thumbnail of Abstrak.pdf] Text
Abstrak.pdf - Published Version

Download (150kB)
[thumbnail of Bab 1.pdf] Text
Bab 1.pdf - Published Version

Download (276kB)
[thumbnail of Bab 2.pdf] Text
Bab 2.pdf - Published Version

Download (316kB)
[thumbnail of Bab 3.pdf] Text
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (296kB)
[thumbnail of Bab 4.pdf] Text
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (307kB)
[thumbnail of Bab 5.pdf] Text
Bab 5.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only

Download (274kB)
[thumbnail of Bab 6.pdf] Text
Bab 6.pdf - Published Version

Download (151kB)
[thumbnail of Daftar Pustaka.pdf] Text
Daftar Pustaka.pdf - Published Version

Download (279kB)
[thumbnail of Lampiran.pdf] Text
Lampiran.pdf - Published Version

Download (1MB)

Abstract

Stunting merupakan salah satu indikator gizi kronis yang menggambarkan terhambatnya pertumbuhan pada anak karena malnutrisi dalam jangka panjang. Asupan gizi yang kurang dalam jangka waktu yang cukup lama sehingga mengakibatkan gangguan pertumbuhan pada anak yaitu tinggi badan anak lebih rendah atau pendek (kerdil) dari standar usianya. Menurut WHO 2017, 22,2 % atau sekitar 150,8 juta balita mengalami stunting. dari 83,6 juta balita 55% Asia, 39% Afrika, 58,7% Asia Selatan, 0,9% Asia Tengah. Indonesia termasuk kedalam negara ke ke-3 se-Asia yaitu 38,8%. Faktor yang mempengaruhi terjadinya stunting yaitu Dalam Kandungan, ganetik, asupan makanan, pemberian Asi Ekslsif, faktor infeksi, usia bayi, faktor ekonomi. Metode dalam penelitian ini menggunakan litelature review dengan teknik pengambilan sample purposive sampling. Jumlah sampel yang digunakan sebanyak 3 jurnal Nasional full text ber ISSN dan rentang diterbitkan 10 tahun. Populasi dalam penelitian yaitu 690 Jurnal Nasional. Hasil penelitian litelature review didapatkan faktor yang berhubungan dengan kejadian
stunting pada balita usia 24-59 bulan adalah faktor asupan energi, protein, seng (ZN), diare, pendidikan ibu rendah, ekonomi rendah, penduidikan ibu rendah, penegetahuan ibu rendah, pola asuh ibu, penyakit infeksi. Tujuan penelitian ini
yaitu mengidentifikasi hasil penelitian faktor-faktor yang Burhubungan dengan Kejadian Stunting pada balita usia 24-59 bulan. Dampak stunting yaitu gangguan pertumbuhan fisik, mempengaruhi pola pertumbuhan otak, kerusakan pada tumbuh
kembang anak. Diharapkan pelayanan kesehatan dan posyandu dapat meningkatkan dengan menyusun program penyuluhan kesehatan pada orangtua tentang masalah dan asupan gizi pada balita.

Kata Kunci : Faktor-faktor, Kejadian Stunting, Balita usia 24-59 bulan

Item Type: Thesis (Diploma)
Subjects: A Keperawatan > AF Anak
Divisions: Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Keperawatan > D3 Keperawatan
Depositing User: Mala Nurmala Pebriani
Date Deposited: 22 Jan 2026 06:57
Last Modified: 22 Jan 2026 06:57
URI: https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3441

Actions (login required)

View Item
View Item