Nur Dinayanti, Westi (2025) Pengembangan Formula dan Karakterisasi Nanofitosom dari Ekstrak Daun Salam serta Pengaruh Plantacare®1200 Sebagai Agen Penstabil. Other thesis, Universitas Bhakti Kencana.
Cover.pdf - Published Version
Download (238kB)
Pengesahan.pdf - Published Version
Download (342kB)
Persetujuan.pdf - Published Version
Download (325kB)
Kata Pengantar.pdf - Published Version
Download (243kB)
Daftar Isi.pdf - Published Version
Download (320kB)
Abstrak.pdf - Published Version
Download (286kB)
Bab 1.pdf - Published Version
Download (297kB)
Bab 2.pdf - Published Version
Download (592kB)
Bab 3.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (369kB)
Bab 4.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (515kB)
Bab 5.pdf - Published Version
Download (253kB)
Daftar Pustaka.pdf - Published Version
Download (284kB)
Lampiran.pdf - Published Version
Restricted to Repository staff only
Download (2MB)
Abstract
Daun salam (Syzygium polyanthum) secara tradisional digunakan sebagai bumbu dapur yang mengandung senyawa kuersetin. Kuersetin mempunyai keterbatasan larut dalam air dan memiliki bioavailabilitas rendah. Penghantaran melalui nanoteknologi berbasis herbal yaitu nanofitosom adalah metode terbaru yang digunakan. Hal ini dipilih karena kemampuan nanofitosom dalam menfasilitasi penghantaran zat aktif dibawa ke area yang ditargetkan, meningkatkan kelarutan, stabilitas dan penyerapan zat aktif dalam tubuh. Tujuan penelitian ini untuk mengembangkan formula nanofitosom dari ekstrak daun salam dan mengkarakterisasi sifat nanofitosom, serta mengetahui pengaruh Phospholipon®90G dan Plantacare®1200 sebagai agen penstabil. Metode yang digunakan yaitu optimasi formula dengan Design Expert versi 11 metode Simplex Lattice Design dilanjutkan persiapan dan pembuatan ekstrak daun salam nanofitosom dengan metode refluks menggunakan Phospholipon®90G dan Plantacare®1200, serta karakterisasi ukuran partikel, potensial zeta, indeks polidispersitas (PdI) dan morfologi menggunakan alat Particle Size Analyzer (PSA) dan Transmission Electron Microscope (TEM). Hasil penelitian menunjukkan bahwa nanofitosom yang dihasilkan memiliki ukuran partikel <1000 nm, potensial zeta > +-20 mV, indeks polidispersitas (<0,5), serta bentuk sferis yang stabil selama penyimpanan 30 hari. Peran Plantacare®1200 terbukti mampu meningkatkan stabilitas nanofitosom melalui interaksi dengan Phospholipon®90G, menghasilkan struktur nanofitosom yang lebih rigid dan homogen. Hasil ini menunjukkan bahwa nanofitosom dari ekstrak daun dalam dapat dikembangkan menjadi sediaan yang sesuai untuk terapi diabetes oral dengan memiliki karakteristik yang baik dan berpotensi meningkatkan bioavailabilitas kuersetin secara efektif.
Kata Kunci: Daun Salam, Kuersetin, Sistem Penghantaran Obat, Nanofitosom
| Item Type: | Thesis (Other) |
|---|---|
| Subjects: | B Farmasi > BB Teknologi Farmasetika Teknologi Farmasi |
| Divisions: | Kampus Pusat (Bandung) > Fakultas Farmasi > S1 Farmasi |
| Depositing User: | Pustaka Pustaka Pustakawan |
| Date Deposited: | 22 Jan 2026 04:30 |
| Last Modified: | 22 Jan 2026 04:30 |
| URI: | https://repository.bku.ac.id/id/eprint/3431 |
